Menteri Edhy: KUR belum terlaksana maksimal di kelautan dan perikanan

Menteri Edhy: KUR belum terlaksana maksimal di kelautan dan perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. ANTARA/HO KKP/am.

KUR menjadi alat bantu yang baik, tetapi belum terlaksana maksimal di sektor kelautan dan perikanan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menilai fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sangat efektif untuk mendorong pertumbuhan usaha di sektor kelautan dan perikanan.

"KUR menjadi alat bantu yang baik, tetapi belum terlaksana maksimal di sektor kelautan dan perikanan," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam seminar bertema Marine and fisheries business and investment forum di Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan bahwa serapan KUR baru mencapai Rp2,5 triliun dari pagu yang disiapkan sebesar Rp190 triliun pada tahun 2020. "Bisa dibayangkan, serapannya belum ada dua persennya," ucap Edhy Prabowo.

Menurut dia, minimnya serapan KUR karena kurangnya informasi ke masyarakat di sektor perikanan dan kelautan sehingga cenderung menerima kredit informal yang sangat menjerat.

Pihaknya akan menjemput bola bagaimana masyarakat tahu mengenai KUR sehingga memberikan peluang bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan memanfaatkan pembiayaan perbankan.

Baca juga: KKP percepat penyaluran KUR dengan optimalkan peran penyuluh

"Bunga KUR 6 persen, ini merupakan terobosan yang bagus untuk dimanfaatkan dibandingkan pinjam ke informal. Kalau mereka pinjam uang ke informal misal Rp1 juta, dikembalikannya Rp1,2 juta hanya waktu dalam satu hari atau satu minggu, bayangkan kalau kita hitung bunganya itu berapa persen," ucap Edhy Prabowo.

Kendati demikian ia mengakui pihaknya tidak dapat mengintervensi perbankan untuk mengucurkan dana karena ada prosedur yang harus dilewati.

"Bank tidak bisa diintervensi karena punya cara untuk mempertahankan kreditnya agar uang yang dikucurkan itu aman, mereka akan menanggung risiko apabila uang yang dikucurkan tidak kembali. Maka itu KKP akan mengedukasi pelaku usaha kelautan dan perikanan untuk mendapatkan akses modal dengan cepat," katanya.

Edhy Prabowo meminta agar pelaku usaha tidak takut untuk melapor bila mengalami kesulitan untuk mengakses biaya dari perbankan agar segera direspon untuk melakukan penanganan.

Baca juga: Menteri Edhy Prabowo ajak pelaku usaha perikanan manfaatkan KUR

"Saya ingat sekali waktu saya sebagai anggota Komisi VI DPR dulu, KUR itu hanya dapat Rp5 juta, lalu meningkat jadi Rp25 juta dan sekarang Rp50 juta tanpa agunan. Bahkan bisa akumulasi,” katanya.

Menurut dia, KUR dapat digunakan untuk pelaku usaha perikanan tangkap dengan membeli kapal ikan atau membuat cold storage. Selain itu bisa juga digunakan untuk membuat tambak.

"Dengan begitu diharapkan produksi pangan, terutama di sektor kelautan dan perikanan meningkat di tengah COVID-19, mengingat tingginya permintaan pangan saat ini," ucap Edhy Prabowo.

Baca juga: Menteri Edhy minta pembudi daya perikanan tak ragu ambil KUR
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mentan: alokasi KUR untuk pertanian capai Rp50 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar