Bola Basket

Pilot yang jatuh bersama Kobe tidak terpengaruh narkoba

Pilot yang jatuh bersama Kobe tidak terpengaruh narkoba

Kobe Bryant (kanan) mencium pipi putri sulungnya Natalia selepas menerima trofi Pemain Terbaik (MVP) NBA musim 2007/08 jelang gim kedua semifinal Wilayah Barat melawan Utah Jazz di Staples Center, California, Amerika Serikat, pada 7 Mei 2008, sehari setelah diumumkan sebagai pemenang anugerah tahunan tersebut. (ANTARA/AFP/GETTY IMAGES/Stephen Dunn)

Jakarta (ANTARA) - Hasil otopsi pilot helikopter almarhum Ara Zobayan yang membuat legenda NBA Kobe Bryant dan tujuh orang lainnya meninggal dunia karena kecelakaan dinyatakan bebas alkohol dan narkoba, lapor beberapa media pada Jumat.

"Pengujian toksikologis tidak mendeteksi keberadaan alkohol atau obat-obatan terlarang. Zat yang diuji meliputi: benzodiazepin, kokain, fentanil, heroin, ganja, opioid, phencyclidine, dan amfetamin," kata laporan itu, menurut TMZ seperti dilansir Reuters.

Kantor Pemeriksa Medis Wilayah Los Angeles merilis otopsi dari sembilan korban yang meninggal dalam kecelakaan 26 Januari di Calabasas, California. Penyebab kematian adalah luka berat akibat trauma benda tumpul.

Kecelakaan di lereng bukit terjadi karena kabut tebal dan awan dan saat itu helikopter melaju 184 mph dan mengakibatkan bagian tubuh korban terpotong. Begitu juga dengan Kobe Bryant mengalami cedera di hampir seluruh tubuhnya.

Vanessa Bryant, janda Kobe, sebelumnya mengajukan gugatan terhadap Island Express Helicopters yang perusahaan yang helikopternya dioperasikan Zobayan. Putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna, juga meninggal dalam kecelakaan itu.

Baca juga: Vanessa Bryant gugat operator helikopter perenggut nyawa suaminya

Baca juga: Vanessa Bryant 'terpukul' oleh dugaan berbagi foto lokasi kecelakaan


Pada otopsi Kobe Bryant menunjukkan jika pada tubuh pria 41 tahun terdapat kandungan Ritalin. Obat ini biasanya mengobati hiperaktif dan narkolepsi.

Pada kecelakaan tersebut juga membuat dua rekan tim bola basket muda Gianna Bryant: Alyssa Altobelli yang berusia 14 tahun dan Payton Chester yang berusia 13 tahun meninggal. Begitu juga dengan orangtua Alyssa Altobelli - pelatih baseball Orange Coast College John Altobelli (usia 56) dan istrinya Keri Altobelli (46) - dan ibu Payton Chester, Sarah Chester (45). Asisten pelatih basket Christina Mauser (38) juga tewas.

Christopher Chester, yang istri dan putrinya meninggal, mengajukan gugatan terhadap perusahaan helikopter dan awal pekan ini.

Kobe Bryant lima kali menjadi juara NBA bersama Los Angeles Lakers selama 20 musim kariernya. Dia adalah pemain terbaik NBA pada 2007-08, beberapa kali masuk All Star hingga dua kali dinobatkan sebagai MVP NBA Final dan empat kali MPV All-Star.

Baca juga: Video helikopter Kobe Bryant jatuh jadi viral, ini penjelasannya

Baca juga: Keluarga korban tuntut perusahaan helikopter yang tewaskan Kobe Bryant

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kobe Bryant - Selamat jalan Sang Legenda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar