Apple tingkatkan prosedur keselamatan lindungi pekerja pabrik

Apple tingkatkan prosedur keselamatan lindungi pekerja pabrik

Ilustrasi logo Apple (REUTERS)

Jakarta (ANTARA) - Mitra manufaktur Apple secara global sedang membuat perubahan prosedur keselamatan untuk melindungi pekerja dengan lebih baik selama pandemi COVID-19, sebagaimana tertulis dalam laporan tanggung jawab supplier Apple.

Senior Vice President of Operations Apple, Sabih Khan, yang juga bertanggung jawab atas rantai pasokan global perusahaan, merinci perubahan yang dibuat oleh para pemasok perusahan yang tertera dalam surat di awal laporan tersebut.

Apple telah bekerjasama dengan rantai pasokannya secara global "pada serangkaian perlindungan yang sesuai dengan keadaan di masing-masing negara, termasuk pemeriksaan kesehatan, pembatasan jumlah pekerja, dan memastikan berjalannya kebijakan untuk mengatur jarak sosial di pabrik mereka," kata Khan, dikutip dari The Verge, Sabtu.

Apple akan mewajibkan penggunaan peralatan pelindung diri selama bekerja dan "di semua area umum." Apple juga telah bekerja sama dengan mitra rantai pasokannya untuk menerapkan "peningkatan protokol pembersihan dan sterilisasi," juga menyediakan masker dan hand sanitizer bagi para pekerja, menurut Khan.

Apple juga telah bekerja sama dengan para pemasok untuk menerapkan jam kerja dan shift kerja yang fleksibel untuk memungkinkan pekerja memaksimalkan ruang dalam menjaga jarak antarorang.

"Sejak awal, kami bekerja dengan pemasok kami untuk mengembangkan dan melaksanakan rencana yang mengutamakan kesehatan pekerja," kata Khan.

"Ribuan karyawan Apple telah bekerja tanpa lelah untuk melaksanakan rencana itu dalam kemitraan dengan pemasok kami di seluruh dunia," dia menambahkan.

CEO Apple, Tim Cook, pada April, telah memberitahu karyawan bahwa perusahaan kemungkinan akan menerapkan pemeriksaan suhu dan jarak sosial ketika para karyawan kembali ke kantor. Beberapa karyawan kemungkinan akan kembali ke kantor dalam waktu dekat.

Setelah menutup semua toko ritelnya di luar AS pada pertengahan Maret, sejumlah toko di Idaho, South Carolina, Alabama, dan Alaska tampaknya akan dibuka, dan karyawan di toko-toko itu akan diminta untuk memeriksa suhu tubuh dan memakai masker.


Baca juga: Apple dan Google matikan lokasi untuk aplikasi lacak corona

Baca juga: Apple, Google akan rilis versi awal alat pelacak corona

Baca juga: Apple tambah situs tes COVID-19 ke Maps di AS

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kembali masuk zona merah, Kota Malang gelar operasi gabungan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar