Pemerintah Kota Palangka Raya isolasi 28 orang terkait dugaan COVID-19

Pemerintah Kota Palangka Raya isolasi 28 orang terkait dugaan COVID-19

Petugas keamanan tengah berjaga di pintu gerbang rumah isolasi di Palangka Raya. ANTARA/Rendhik Andika

kami minta agar mereka dapat bersabar
Palangka Raya (ANTARA) - Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19, Fairid Naparin melalui Pelaksana Harian, Emi Abriyani pihaknya saat ini mengisolasi 28 orang terkait dugaan paparan COVID-19

"Setidaknya sampai hari ini sudah ada 28 orang yang berada di rumah isolasi. Mereka menunggu hasil tes swab usai kontak erat dengan pasien positif COVID-19," kata Emi di Palangka Raya, Sabtu.

Emi mengatakan sebagian dari 28 orang yang berada di rumah isolasi itu mengaku bosan menunggu hasil tes swab. Untuk itu pihaknya terus berupaya meningkatkan fasilitas agar penghuni Rumah Isolasi merasa betah.

"Kami minta agar mereka dapat bersabar. Semua demi kebaikan bersama baik diri sendiri, keluarga dan orang lain. Nanti jika memang dipastikan hasil swab negatif mereka akan diperbolehkan pulang. Jika positif maka dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan," katanya.

Baca juga: Ada transmisi lokal COVID-19, satu puskesmas di Palangkaraya ditutup
Baca juga: Swab empat kali, Wali Kota Palangka Raya negatif COVID-19


Dia menerangkan, latar belakang 28 orang yang tengah menjalani isolasi itu beragam mulai dari ASN hingga pegawai swasta. Penghuni ada yang dijemput petugas ada juga yang secara mandiri datang ke petugas untuk ikut isolasi setelah mengetahui dirinya kontak dengan pasien positif.

Rumah Isolasi itu sendiri merupakan pusat isolasi yang disiapkan Pemerintah Kota Palangka Raya yaitu di Asrama Haji Al Mabrur dengan kapasitas 100 kamar yang siap huni dan dapat ditambah hingga kapasitas 600 orang jika diperlukan. Rumah isolasi itu sendiri dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti AC, jaringan wifi dan televisi.

Selain itu, rumah isolasi tersebut juga dijaga 20 aparat keamanan baik TNI, Polri dan Satpol PP serta ditambah 14 tenaga kesehatan selama 24 jam dengan pola berjaga bergantian.

"Kita ingin memastikan kesehatan fisik dan mental penghuni rumah isolasi tetap prima. Selain itu keamanan penghuni dan masyarakat sekitar diamankan oleh aparat yang bertugas. Kita ingin peserta isolasi tetap merasa santai dan nyaman," kata Emi.

Baca juga: Uji swab sudah bisa dilakukan di Palangka Raya
Baca juga: Wali Kota Palangka Raya minta warga patuhi larangan mudik


Dalam rangka memastikan lingkungan setempat steril, petugas secara berkala juga akan melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke seluruh area Asrama Haji Al Mabrur tersebut.

"Jadi tidak semua yang kontak erat ditempatkan di pusat isolasi. Sementara hanya bagi mereka yang kontak erat dan tengah menunggu hasil swab. Hal itu untuk meminimalkan potensi penularan virus terhadap keluarga dan tetangga orang tersebut," kata Emi.

Pihaknya pun berharap nantinya masyarakat dapat mendukung seluruh upaya pemerintah dalam penanggulangan penyebaran COVID-19 termasuk adanya pusat isolasi itu dan menaati aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai diberlakukan hingga dua pekan mendatang.

Baca juga: Palangka Raya siapkan pembatasan sosial humanis di 10 kelurahan
Baca juga: Wali Kota Palangka Raya dinyatakan positif COVID-19 tanpa gejala


 

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar