Formula 1

Grand Prix Singapura tanpa penonton dirasa tak layak di tengah pandemi

Grand Prix Singapura tanpa penonton dirasa tak layak di tengah pandemi

Suasana latihan para pebalap jelang kejuaraan Formula Satu GP Singapura di Sirkuit Marina Bay Street di Singapura, Sabtu (21/9/2019). (REUTERS/FELINE LIM)

Prioritas utama tetap kesehatan dan keselamatan para fan, sukarelawan, dan semua warga Singapura
Jakarta (ANTARA) - Promotor Grand Prix Singapura pada Sabtu menyatakan bahwa akan sulit menggelar balapan Formula 1, kendati tanpa penonton di Sirkuit Marina Bay, di tengah ketidakjelasan situasi krisis kesehatan global saat ini.

Formula 1 berencana memulai musim yang tertunda pada Juli nanti di Austria kemudian Inggris dengan seri balapan tertutup.

Kepada harian Straits Times, promotor GP Singapura menyatakan bahwa mereka masih terbuka berdialog dengan F1 namun "tidak layak menggelar balapan tanpa penonton."

Baca juga: Spa mendapat lampu hijau untuk gelar Grand Prix Belgia tanpa penonton

"Prioritas utama tetap kesehatan dan keselamatan para fan, sukarelawan, dan semua warga Singapura," demikian juru bicara promotor seperti dikutip Reuters.

Grand Prix Singapura menurut kalender awal F1 menempati slot bulan September, namun pihak promotor menyatakan jika mereka membutuhkan waktu tiga bulan untuk menyelesaikan fasilitas dan trek sirkuit jalan raya itu.

"Dan itu tergantung apakah aktivitas seperti itu diizinkan di bawah regulasi yang berlaku dari pemerintah."

Balapan tahun lalu di Marina Bay menarik jumlah penonton hingga 268.000 orang selama tiga hari, 40 persen di antaranya datang dari luar negeri.

Baca juga: Hasil GP Singapura, Duo Ferrari perkasa

Baca juga: Silverstone sepakat gelar dua grand prix F1 namun dengan syarat

Sementara itu, Formula 1 masih belum mengeluarkan revisi kalender musim ini setelah tiga balapan dibatalkan dan tujuh lainnya ditunda.

Singapura sejauh ini mendapati 27.000 kasus terkait virus corona, angka tertinggi per kapita di Asia, sebagian besar karena wabah yang merebak di tempat tinggal yang padat dari para pekerja asing.

Pemerintah setempat menerapkan status lockdown hingga 1 Juni.

Baca juga: Kenapa McLaren lebih masuk akal bagi Ricciardo?

Baca juga: Apa alasan Ferrari memilih Sainz?

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar