Kemarin, dari THR pasukan pelangi (PJLP), hingga mudik virtual

Kemarin, dari THR pasukan pelangi (PJLP), hingga mudik virtual

Petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) Bidang Pertamanan Lapangan Banteng, Jali berpose di Jakarta, Sabtu (22/6/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja. (Muhammad Adimaja)

Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa di Jakarta direkam serta disiarkan Kantor Berita Antara pada Sabtu (16/5), yang masih layak dibaca untuk mengisi waktu akhir pekan di hari Minggu ini.

Mulai dari desakan agar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi tenaga Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) tetap dibayarkan, perkembangan kasus COVID-19, hingga imbauan untuk hanya melakukan mudik virtual pada Idul Fitri 1441 Hijriah ini.

Berikut rangkuman informasi di Jakarta yang disiarkan Antara pada Sabtu (16/5):

1. Komisi A DPRD DKI minta THR PJLP tetap dibayarkan

Jakarta (ANTARA) - Komisi A DPRD DKI Jakarta meminta Tunjangan Hari Raya (THR) bagi tenaga Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap dibayarkan.

Hal itu karena, kata Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono, para PJLP seperti petugas pasukan oranye atau Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), pasukan hijau (Dinas Pertamanan), pasukan biru (Dinas SDA), pasukan kuning (Dinas Bina Marga), petugas keamanan (Pamdal) dan lainnya sangat berjasa dalam pembangunan Jakarta.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

2. Pemprov DKI harapkan masyarakat hanya lakukan mudik virtual

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa seluruh aktivitas di kawasan Jabodetabek hanya diperbolehkan jika sesuai dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga masyarakat diharapkan hanya melakukan mudik virtual.

Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dengan dikeluarkannya Pergub Nomor 47 Tahun 2020 yang mengatur mekanisme perizinan dan sanksi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mengharapkan masyarakat tetap diimbau berada di rumah agar penyebaran COVID-19 tak semakin meluas.

Berita selengkapnya bisa dilihat di sini.

3. Kasus positif COVID-19 Jakarta bertambah 116

Jakarta (ANTARA) - Pada Sabtu 16 Mei 2020 kasus konfirmasi positif di Jakarta naik lagi sebanyak 116 orang dibandingkan hari sebelumnya, sementara pasien sembuh meningkat enam orang dan yang meninggal tambah satu orang.

Berdasarkan data yang diterima di Jakarta, Sabtu, secara detil perkembangan tersebut adalah, kasus terkonfirmasi positif 5.795 orang (sebelumnya 5.679 orang), dengan pasien sembuh sebanyak 1.292 orang (sebelumnya 1.286 orang) dan pasien meninggal sebanyak 475 orang (sebelumnya 474 orang).

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

4. Lebih dari 100 ribu sampel telah dites PCR di Jakarta

Jakarta (ANTARA) - DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan provinsi menyatakan telah melakukan pengujian atau tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 103.901 sampel (meningkat dari 99.236 sampel) di seluruh wilayah Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pengujian pada 103.901 sampel tersebut adalah angka kumulatif sampai dengan 15 Mei 2020 di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Berita selengkapnya bisa dilihat di sini.

5. 238 ribu paket sembako terkumpul lewat KSBB

Jakarta (ANTARA) - Sejak dimulai 24 April 2020, program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) di Jakarta, Kelompok Kerja KSBB telah berhasil mengumpulkan 238.216 paket sembako yang siap didistribusikan pada warga terkena dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Sejak 24 April 2020 hingga 15 Mei 2020 pukul 12.00, Pokja KSBB telah mengumpulkan komitmen untuk 238.216 Paket Sembako, 90.802 Paket Makan Siap Saji, 14.737 Paket Lebaran, dan 511 paket THR untuk warga-warga yang terkena dampak PSBB," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota Jakarta, Sabtu.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kasus positif COVID-19 DKI Jakarta bertambah 471 total 26.664

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar