Bulog operasi pasar di empat titik Jakarta untuk stabilisasi harga

Bulog operasi pasar di empat titik Jakarta untuk stabilisasi harga

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh dalam konferensi pers yang diselenggarakan BNPB di Jakarta, Minggu (17/5/2020). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/am.

Kami optimis bahwa harga gula bisa kembali ke HET
Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog terus melakukan operasi pasar khusus komoditas gula pasir yang dilakukan di empat pasar Jakarta guna stabilisasi harga gula agar mendekati harga acuan Pemerintah.

Terpantau berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Jumat (15/5) sudah mencapai Rp17.450 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kg.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh menyebutkan operasi pasar gula pasir terus dilakukan setiap hari sejak Jumat (15/5) di empat pasar utama, yakni Kramat Jati, Jatinegara, Pasar Minggu dan Tomang.

"Sampai hari ini kami tetap melaksanakan operasi pasar gula dengan tujuan bahwa kami bisa menekan harga sehingga harga yang saat ini Rp17.000 sampai Rp18.000, bisa kita tarik ke arah Rp12.500 per kg," kata Tri dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh BNPB di Jakarta, Minggu.

Tri menyebutkan bahwa operasi pasar akan dilakukan setiap hari hingga Lebaran. Tidak hanya di Jakarta, operasi pasar stabilisasi harga gula telah dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia sejak Jumat (15/5) lalu.

Sejak operasi pasar dimulai pada Jumat, Bulog telah menggelontorkan rata-rata 2.000-3.000 ton gula pasir per hari. Ada pun stok gula pasir ini berasal dari importasi penugasan BUMN Pangan tersebut dengan total sebesar 50.000 ton.

Dari total kuota impor tersebut, gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi yang datang dari India baru mencapai 21.800 ton. Bulog pun terus menggelontorkan gula pasir ke pasar tradisional di seluruh wilayah Indonesia agar harga kembali stabil.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan bahwa sisa gula impor dari India sebanyak 28.200 ton akan tiba sebelum Hari Raya Idul Fitri pada pekan depan.

Budi Waseso atau akrab disapa Buwas optimistis bahwa harga segera turun mengingat operasi pasar ini dilakukan dengan menjual gula pasir ke pedagang eceran dengan harga sebesar Rp11.000 per kg.

"Kami optimis bahwa harga gula bisa kembali ke HET, setiap pedagang nanti kita mintakan surat pernyataannya untuk menjual maksimal seharga HET Rp12.500 per kg dan jika ada yang melanggar, kita akan laporkan kepada Satgas Pangan," kata Buwas.

Baca juga: Mendag: Laporkan bila ada pedagang jual gula dengan harga tinggi
Baca juga: Harga masih tinggi, legislator minta pemerintah serius tangani gula

 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Operasi pasar tekan harga gula pasir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar