Pegiat perempuan bantu sopir ambulans pengantar korban COVID-19

Pegiat perempuan bantu sopir ambulans pengantar korban COVID-19

Pegiat perempuan bantu sopir ambulans pengantar korban COVID-19 (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Pegiat perempuan yang tergabung dalam Komunitas Sahabat Kartini dan Yayasan Baahira memberikan bantuan kepada para sopir ambulans dan pengantar jenazah korban COVID-19 atau dikenal dengan sebutan petugas palang hitam yang selama ini kerap luput dari perhatian.

"Profesi mereka tidak kalah mulia dari tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani wabah ini. Terlebih petugas Palang Hitam ini mobilitasnya sangat tinggi. Kami sangat salut dengan keberanian mereka," kata Ketua Komunitas Sahabat Kartini, Rani Anggraini Safitri dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Komunitas Sahabat Kartini dan Yayasan Baahira berupaya menjangkau profesi yang berperan tak kalah penting saat pandemi namun dianggap sering luput dari perhatian.

Untuk itu pihaknya menyalurkan 100 paket sembako bagi para petugas palang hitam yang selama masa darurat COVID-19 telah bekerja ekstra keras.

Ia mengatakan, sejak COVID-19 mewabah di tanah air, Komunitas Sahabat Kartini dan Yayasan Baahira terus aktif melakukan kegiatan sosial. Terhitung sudah 2.000 paket sembako didonasikan kedua organisasi itu.

Selain kepedulian terhadap sejumlah profesi, saat memasuki bulan Ramadhan, gerakan kepedulian yang digagas pengusaha sekaligus aktivis perempuan ini terus berlanjut.

Setiap menjelang berbuka puasa, kendaraan operasional Sahabat Kartini dan Yayasan Baahira berkeliling menyusuri sejumlah jalan di Jakarta membagikan nasi kotak, lengkap dengan air mineral, dan kurma bagi masyarakat di pinggir jalan.

"Awalnya hanya 100 kotak, tapi dari hari ke hari permintaan melonjak. Jadi kami sediakan hingga 200 kotak per hari," kata Rani.

Nasi kotak yang disediakan mereka, menyasar para pekerja harian termasuk tukang galian, pemulung, petugas kebersihan, supir ojol, dan supir taksi.

"Gerakan yang dilakukan Sahabat Kartini dan Yayasan Baahira akan terus berjalan sepanjang pandemi COVID-19," ucapnya.

Pembina Yayasan Baahira, M Taufik mengatakan, diperlukan kemauan gotong royong dan solidaritas yang tinggi dalam menghadapi pandemi.

"Alhamdulillah teman-teman masih punya keinginan untuk berbagi, sehingga dapat menyalurkan bantuan. Beberapa waktu lalu, kita datangi kampung nelayan di Muara Baru. Kondisi mereka juga sangat memprihatinkan," ujar Taufik yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini.
Baca juga: Sopir ambulans jenazah COVID-19 pun berjibaku mengatasi pandemi
Baca juga: Sopir ambulans desa di kaki Bukit Ketejer

Baca juga: Cargill bantu ambulans dan peralatan medis untuk atasi pandemi Corona
Baca juga: PMI memodifikasi ambulans untuk membantu evakuasi pasien COVID-19

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Papua tetapkan Adaptasi Kebiasaan Baru kecuali di Jayapura

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar