Penerapan PSBB Jabar tidak surutkan warga Sukabumi memadati pasar

Penerapan PSBB Jabar tidak surutkan warga Sukabumi memadati pasar

Relawan PMI Kota Sukabumi saat melakukan penyemprotan disinfektan untuk meminimalisasikan penyebaran COVID-19 di Jalan Harun Kabir Kota Sukabumi, Jawa Barat yang menjadi pusat kepada warga yang berbelanja. (ANTARA/Aditya Rohman)

Memang ada kekhawatiran tertular COVID-19, tapi mau tidak mau harus ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Ribuan warga nekat berdesakan dan memadati pasar tradisional yang ada di Kota Sukabumi untuk membeli kebutuhan hari raya Lebaran, meski pemerintah setempat sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pantauan di lokasi, hampir seluruh pasar tradisional di Kota Sukabumi, Jawa Barat dipadati ribuan warga yang berbelanja berbagai kebutuhan mulai bahan baku membuat kue lebaran, kebutuhan pokok, hingga pakaian seperti di pasar yang berada di Jalan Harun Kabir, Pasar Gudang dan Lettu Bakri.

"Memang ada kekhawatiran tertular COVID-19, tapi mau tidak mau harus ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari dan Idul Fitri, sehingga terpaksa harus berdesakan dengan warga lainnya yang ingin berbelanja," kata salah seorang warga Kota Sukabumi, Yuyu Yuningsih. saat ditemui di Pasar Harun Kabir, Senin.

Kepadatan di berbagai pasar tradisional sudah terjadi sejak Jumat (15/5) dengan pusat keramaian terjadi di Jalan Ahmad Yani. Namun setelah Pemkot Sukabumi melarang seluruh jenis kendaraan masuk ke jalan tersebut ditambah dengan adanya pembatasan waktu operasional, kepadatan mulai menyebar.

Baca juga: Ridwan Kamil: Kepala daerah se-Bandung Raya sepakat ajukan PSBB

Kerumunan warga mulai terlihat pukul 09.00 WIB dan pengunjung tidak hanya warga Kota Sukabumi saja, tetapi ada juga beberapa masyarakat yang berasal dari Kabupaten Sukabumi, khususnya yang berbatasan dengan wilayah Kota Mochi tersebut.

Parahnya warga dan sebagian pedagang belum menerapkan standar protokol pencegahan COVID-19 seperti tidak menggunakan masker dan tidak melakukan physical distancing atau menjaga jarak, bahkan meskipun diguyur hujan deras tetap tidak menyurutkan transaksi jual beli.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan cukup sulit untuk mengatur warga agar tetap menjaga jarak dan tidak mendekati kerumunan, padahal pihaknya sudah melakukan berbagai cara dan langkah tegas dalam memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini.

"Jika terus seperti ini kami tidak menutup kemungkinan akan menutup seluruh aktivitas perbelanjaan di Kota Sukabumi, daripada jumlah warga yang tertular COVID-19 semakin bertambah. Tentunya kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam melakukan evaluasi penerapan PSBB," katanya.

Baca juga: Evaluasi PSBB Jabar tunjukkan hasil positif

Di sisi lain, untuk meminimalisasikan penyebaran COVID-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi menerjukan relawannya ke sejumlah lokasi perniagaan seperti Pasar Lettu Bakri dan Harun Kabir dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

Tidak hanya itu, relawan lembaga kemanusiaan itu pun mengingatkan warga untuk mengurai kepadatan dan selalu menggunakan masker serta membersihkan tangan sebelum dan setelah bertransaksi.

"Ini merupakan ikhtiar dalam meminimalisasikan potensi penularan virus itu, tapi pencegahan kuncinya ada di warga yakni wajib menerapkan protokol kesehatan maksimal antisipasi penyebaran COVID-19," tambah Ketua PMI kota Sukabumi Suranto Sumowiryo. 

Baca juga: Legislator minta pemerintah perhatikan dampak PSBB pada masyarakat

Baca juga: Pelonggaran PSBB, MUI ingatkan penjagaan diri masing-masing

 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Perayaan malam takbir secara sederhana

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar