KJRI Hong Kong tidak gelar shalat Idul Fitri di Victoria Park

KJRI Hong Kong tidak gelar shalat Idul Fitri di Victoria Park

Beberapa TKI menunaikan shalat di sela-sela melakukan aktivitas libur akhir di Victoria Park, Hong Kong, Minggu (3/3/2019). Victoria Park menjadi tempat favorit bagi para TKI untuk menyalurkan bakat dan aktivitas lainnya bagi para TKI di Hong Kong saat libur kerja. ANTARA/M. Irfan Ilmie

Untuk keselamatan bersama, sekaligus mematuhi aturan dari pemerintah Hong Kong tentang larangan berkumpul lebih dari delapan orang di tempat umum, kami menghimbau agar shalat Id dilaksanakan di rumah masing-masing
Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal RI di Hong Kong memutuskan bahwa tahun ini tidak menggelar shalat Idul Fitri di Victoria Park yang selama ini telah menjadi tempat berkumpul favorit para warga negara Indonesia di kota itu.

Dalam pernyataan bersama dengan para perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, Selasa, KJRI memutuskan hal itu atas pertimbangan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan seluruh WNI di Hong Kong dan Makau.

"Untuk keselamatan bersama, sekaligus mematuhi aturan dari pemerintah Hong Kong tentang larangan berkumpul lebih dari delapan orang di tempat umum, kami menghimbau agar shalat Id dilaksanakan di rumah masing-masing," kata Konsulat Jenderal RI untuk Ricky Suhendar.

Pihaknya menyadari bahwa shalat Idul Fitri di Victoria Park merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu para WNI di Hong Kong.

"Namun kami meminta pengertian dari para WNI bahwa untuk kesehatan dan keselamatan bersama, kami tidak melaksanakan kegiatan tersebut tahun ini," ujarnya.

Sementara itu, Abdul Muhaemin Karim, tokoh masyarakat Indonesia yang bekerja pada Islamic Union Hong Kong, mengatakan bahwa setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan bersama dalam situasi pandemik saat ini, salah satunya menghindari shalat Idul Fitri dengan cara berkumpul.

"Demikian juga agama mengajarkan kita untuk mengikuti segala aturan yang diberlakukan oleh pemerintah setempat yang tujuannya untuk menjaga dan melindungi kesehatan kita bersama," ucapnya.

Keputusan KJRI ini juga didukung oleh organisasi keagamaan Islam lainnya di Hong Kong antara lain Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Hong Kong, Persatuan Organisasi Muslim Indonesia di Hong Kong (POSMIH), dan Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK).

Kami mengimbau WNI di Hong Kong dan Makau agar melaksanakan shalat Id di rumah masing-masing untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, demikian pernyataan bersama yang disampaikan PCINU, POSMIH, dan Dompet Dhuafa.

Di Hong Kong terdapat 1.056 orang yang terinfeksi COVID-19 dan 1.025 orang dinyatakan sembuh.

KJRI telah membagikan 225 ribu masker kepada WNI. Hingga saat ini tidak ada satu pun WNI yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Jumlah WNI di Hong Kong diperkirakan mencapai lebih dari 174 ribu orang yang kebanyakan pekerja migran. Setiap libur akhir pekan taman terbuka Victoria Park dipadati oleh WNI, baik sekadar bersantai maupun untuk berbagai kegiatan dengan sesama rekan pekerja migran Indonesia.

Baca juga: 12 WNI yang terjebak di Makau berhasil dipulangkan

Baca juga: KJRI Hong Kong imbau pekerja migran tunda cuti

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar