Setelah PSBB ke-3, Jakarta masuk "new normal"

Setelah PSBB ke-3, Jakarta masuk "new normal"

Seorang warga yang terjaring razia penindakan pelanggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Satpol PP menjalani hukuman dengan cara membersihkan sampah di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (13/5/2020). Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan sanksi sosial terhadap pelanggar PSBB yaitu dengan memakaikan rompi bertuliskan pelanggar PSBB saat mereka membersihkan fasilitas umum. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta menyatakan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) fase ketiga dilalui, warga ibu kota bisa kembali berkegiatan karena situasi akan memasuki keadaan normal (new normal).

"Bila kedisiplinan itu kita kerjakan bersama-sama, maka nanti kemudian Jakarta bisa kembali berkegiatan, tentu normalnya baru. Orang biasa mengistilahkan 'new normal'. Bukan kembali seperti yang kemarin, tapi normal yang baru," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa.

Namun, apabila di dalam dua pekan ke depan, semua merasa PSBB sudah selesai, merasa dilonggarkan, merasa dikurangi, lalu berkumpul dan kegiatan-kegiatan pengumpulan orang terjadi, ada potensi angka penularan (reproduction number) naik lagi.

"Ingat, kita pernah berada di angka empat (satu orang menularkan empat orang) di bulan Maret. Kita tidak ingin kembali ke posisi itu. Kita ingin mempertahankan posisi seperti sekarang dan lebih turun lagi," kata dia.

Baca juga: Anies kembali perpanjang PSBB hingga 4 Juni
Baca juga: Anies minta warga disiplin dalam PSBB periode penghabisan
Petugas gabungan memberikan hukuman push up kepada warga yang tidak memakai masker saat razia Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) di Kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta, Selasa (28/4/2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc. (ANTARA/RENO ESNIR)
Selama dua bulan ini (sejak PSBB pertama digulirkan), Anies menyampaikan bahwa Jakarta bisa sama-sama bekerja mengendalikan virus ini. Namun Anies mengharapkan semua pihak tidak mengendorkan kedisiplinan.

"Ini belum selesai. Saya ingin garisbawahi, tidak ada pelonggaran, jangan ada pengurangan, jangan ada merasa ini sesuatu yang sudah selesai," katanya.

"Dan jangan juga berangkat mudik, tinggalah tetap di Jakarta. Kita pastikan ibu kota kita ini betul-betul bisa berhasil mengendalikan COVID-19," kata Anies.

Jika disiplin dalam membatasi pergerakan diri dalam PSBB fase ketiga ini pada 22 Mei 2020 hingga 4 Juni 2020, meski masuk Idul Fitri, kata Anies, status PSBB tersebut akan menjadi yang terakhir di Jakarta.

"Ini akan bisa jadi PSBB penghabisan jika kita disiplin. Karenanya jangan sampai kita harus memperpanjang lagi," katanya.

Baca juga: Peningkatan persentase warga DKI di rumah tertinggi se-Jawa
Baca juga: "Reproduction number" jadi indikator keberhasilan penanganan COVID-19
Kalangan pedagang dan konsumen meramaikan aktivitas di Pasar Bali Mester, Jakarta Timur, di tengah pandemi Covid-19, Selasa (19/5/2020) sore. Konsumen berdatangan untuk berburu pakaian Lebaran. (ANTARA/Andi Firdaus)
Pihaknya mengambil semua keputusan mengandalkan kepada temuan-temuan ilmiah. Ini semua berbasis pada sains dan bukan kira-kira. "Seperti kelihatannya kok suasananya sudah enak, bukan seperti itu. Tetapi mengandalkan pada data-data seperti ini," kata Anies.

"Saya minta tetap disiplin. Meskipun kita memasuki musim lebaran, tetaplah berada di rumah, tetaplah bersama keluarga, kurangi kegiatan ke luar. Supaya kita bisa benar-benar mengakhiri masa PSBB ini," katanya.

Yang menentukan bukan pejabat pemerintah dan bukan sekadar penegak hukum. "Yang menentukan adalah kita semua," kata Anies.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkot Tangerang sosialisasikan perpanjangan PSBB

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar