Di balik koreografi "Punch" NCT 127

Di balik koreografi "Punch" NCT 127

Grup idola K-pop NCT 127 (Twitter.com/NCTsmtown_127)

Jakarta (ANTARA) - Grup idola K-pop NCT 127 akhirnya kembali meluncurkan karya baru. Kali ini melalui lagu "Punch" yang menjadi bagian dari album versi kemas ulang "Neo Zone: The Final Round."

Para personel grup dalam siaran V Live pada Selasa (19/5) mengungkap beberapa hal mengenai "Punch", salah satunya koreografi yang lebih sulit dibandingkan lagu "Kick It".

“Ada gerakan yang terlihat longgar jika dilakukan tak benar. Itu sebabnya aku mencoba membuat gerakan besar," kata Mark.

Yuta sependapat. Dia mengatakan, sangat memperhatikan gerakan itu kalau tiba-tiba ada personel yang terlihat buruk saat melakukannya.

Nantinya, ada bagian break dance yang akan diubah yakni bagian Yuta dan Taeyong. Gerakan ini tidak ada dalam video musik tetapi akan ditampilkan di atas panggung.

"Ada bagian break dance-ku dan dan Taeyong yang berubah, tetapi sayangnya tidak ada dalam video musik. Kami berencana melakukannya di atas panggung, jadi tolong nantikan," tutur Yuta.

Jaehyun mengungkapkan, suasana dalam video musik "Punch" seperti adegan dari video gim.

Di sisi lain, jaket yang NCT pakai dalam foto album ternyata berbobot sekitar dua kilogram.

Selain soal lagu "Punch", NCT 127 juga membahas lagu lain dalam album versi kemas ulang baru mereka, salah satunya "NonStop" yang menurut Taeyong menggambarkan komitmen pada orang yang Anda cintai, apa pun situasinya.

Selanjutnya, dia berbagi bocoran untuk “Prelude,” dengan mengatakan, “Aku pikir di lagu ini NCT 127 lebih menonjol".

Personel lainnya, Haechan menyanyikan satu baris lagu "Make Your Day" dan berkomentar, "Aku pikir lagu ini mewakili perasaan ingin mengucapkan selamat kepada Anda semua", demikian seperti dilansir Soompi, Rabu.


Baca juga: NCT 127 luncurkan single "Punch", tentang atasi kesepian

Baca juga: Jungkook BTS, Mingyu SEVENTEEN negatif corona usai ke Itaewon

Baca juga: MONSTA X hingga DAY6 siap temani penggemar saat Ramadhan mulai Mei

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar