Cegah COVID-19, protokol tetap dijalankan BPJS Kesehatan hingga daerah

Cegah COVID-19, protokol tetap dijalankan BPJS Kesehatan hingga daerah

Salah satu pengunjung Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Kalimantan Selatan Alimansyah (66), saat mendapatkan pelayanan dengan protokol pencegahan COVID-19, Rabu (20/5/2020). (FOTO ANTARA/HO-BPJS Kesehatan)

Begitu masuk dari parkiran langsung diminta untuk cuci tangan dan dicek juga suhu tubuh, semua ini agar sama-sama aman
Jakarta (ANTARA) - Protokol pencegahan penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19 tetap dijalankan oleh Kantor BPJS Kesehatan di daerah, yaitu Cabang Barabai Kalimantan Selatan dengan layanan yang mengedepankan keamanan dan keselamatan peserta maupun petugas.

Salah satu pengunjung Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Alimansyah (66), dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, mengaku puas terhadap layanan kantor tersebut baik dari prosedur administrasi maupun kemanan terhadap virus.

“Begitu masuk dari parkiran langsung diminta untuk cuci tangan dan dicek juga suhu tubuh, semua ini agar sama-sama aman,” kata kakek berusia 66 tahun itu.

Ia mengaku, saat merebaknya virus corona orang-orang seumurannya sangat rentan terpapar. “Lebih-lebih virus yang kita lawan tak terlihat, jadi kalau tidak mengikuti standar pencegahannya bisa bahaya,” katanya.

Alimansyah mengunjungi kantor BPJS Kesehatan untuk melakukan cek kepesertaan guna memastikan kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat( JKN-KIS) yang ia miliki aktif. Mengingat pria seumurannya tidak terlalu memahami pemakaian smartphone seperti kebanyakan orang lainnya.

Ia hendak berobat karena ada permasalahan pada bola mata kirinya sehingga memerlukan kontrol di puskesmas yang kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit.

Dia mengatakan beberapa kali pernah berobat menggunakan layanan JKN-KIS dan dilayani dengan baik di puskesmas tanpa adanya biaya tambahan yang ditagihkan.

“Alhamdulillah selama pakai nyaman aja, tidak ada tagihan biaya sama sekali, nyamannya lagi tiap bulannya sudah ditanggung pemerintah daerah,” kata dia.

Masuk dalam segmen kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), Alimansyah mengaku bantuan kartu hijau tersebut sangatlah bermanfaat. Ia menganggap JKN-KIS merupakan pegangan dalam menemani usia senjanya.

Menurut dia orang di usianya sangatlah rentan dengan berbagai penyakit dan jaminan kesehatan merupakan solusi terbaiknya.

“Alhamdulillah-nya sekarang sudah ada program seperti ini, sangat membantu sekali untuk orang-orang tua seperti saya,” katanya.

Melihat pentingnya jaminan kesehatan, Alimansyah berharap walaupun nanti sudah berganti pemerintahan, program JKN-KIS supaya ada selamanya. Ia membayangkan jika di usianya tidak ada KIS, pasti akan sangat membutuhkan biaya yang sangat banyak.

“Mudah-mudahan ada terus BPJS Kesehatan, supaya bisa membantu kami terus, bahkan sampai generasi cicit-cicit saya,” demikian Alimansyah.

Baca juga: BPJS Kesehatan utamakan protokol COVID-19 demi keamanan kantor cabang

Baca juga: BPJS Kesehatan Sorong tetap layani peserta patuhi protokol kesehatan

Baca juga: BPJS Kesehatan Bekasi lakukan protokol pencegahan COVID-19 patuhi PSBB


Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

MCS yang menjangkau layangan BPJS hingga ke pelosok pegunungan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar