Kolaborasi global galakkan produksi telur ayam bebas sangkar di Asia

Kolaborasi global galakkan produksi telur ayam bebas sangkar di Asia

Ilustrasi ayam petelur (Capri23auto from Pixabay)

Saat permintaan terhadap telur ayam bebas sangkar meningkat, Pusat Pelatihan di Indonesia akan memberikan pelatihan dan perkakas kepada peternak Asia guna memastikan keberlangsungan jangka panjang dan keuntungan bisnis kompetitif.

Singapura (ANTARA) - Perusahaan konsultan multinasional Global Food Partners (GFP) dan Aeres University of Applied Sciences (Aeres) telah mengumumkan kerja sama untuk membangun pusat pelatihan dan peternakan percontohan ayam petelur bebas sangkar di Indonesia yang berfokus pada manajemen dan produksi untuk peternak Asia.

Global Food Partners, sebuah perusahaan konsultan rantai pasokan yang berbasis di Singapura, dan Aeres, universitas pertanian unggulan di Belanda, baru-baru ini memulai Nota Kesepahaman untuk mengumpulkan produsen telur dan pemegang saham industri lainnya guna meningkatkan keberlangsungan jangka panjang dan daya saing di industri telur di Asia. Pusat Pelatihan itu akan menyediakan pelatihan praktik dengan cara terbaik dalam manajemen dan produksi telur ayam bebas sangkar, dan menjadi peternakan percontohan untuk produsen bebas sangkar, sekaligus sebuah pusat penelitian dan pengembangan.

“Para produsen di Asia melihat peluang pasar yang berkembang pesat dalam produksi telur ayam bebas sangkar dan mendapat keuntungan dari pelatihan terlokalisasi dan pendekatan langsung untuk mendukung transisi mereka menuju sistem bebas sangkar,” kata Elissa Lane, Direktur Utama GFP. “Krisis global saat ini juga menyebabkan fokus industri lebih besar pada peningkatan biosekuriti dan praktik manajemen kesehatan di peternakan, yang bisa berimbas besar terhadap kesehatan publik. Kami sangat senang bisa bermitra dengan Aeres dan pakar industri lainnya untuk memberi para petani ini kemampuan yang diperlukan serta memastikan keberhasilan jangka panjang mereka dalam produksi telur ayam bebas sangkar di wilayah ini.”

“Sektor pertanian bukan hanya salah satu yang tertua yang diketahui umat manusia, namun juga selalu menjadi sektor yang dinamis dan inovatif. Transisi bebas sangkar di seluruh dunia ini menjadi contoh dinamika yang terjadi di sektor peternakan,” ungkap Jasper Heerkens, peneliti sekaligus dosen perunggasan di Aeres. “Di Aeres, kami ingin berkontribusi di sektor peternakan sehat yang memproduksi dan menyalurkan pangan dengan cara yang berkelanjutan, dengan peluang dan respek untuk manusia, hewan dan alam, serta meningkatkan kualitas hidup. Untuk mencapai ini, dibutuhkan ahli yang cakap, fleksibel dan giat dengan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, ekologi dan sosial.”

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Jayasimha Nuggehalli, Global Food Partners, di +65 8716 0470 atau j.nuggehalli@globalfoodpartners.com
Jasper Heerkens, Aeres University of Applied Sciences, di +31 88 020 6025 atau j.heerkens@aeres.nl

Global Food Partners:
Global Food Partners adalah perusahaan konsultan multinasional yang bekerja dengan bisnis pangan untuk mengembangkan, mengimplementasikan dan mempertahankan target kesejahteraan hewan yang tinggi dan praktik-praktik bertanggung jawab, dengan fokus terhadap telur ayam bebas sangkar di Asia, serta produsen dan pemasok telur guna menyediakan pakar dan bantuan teknis dalam transisi menuju praktik terbaik produksi ayam petelur bebas sangkar.
https://globalfoodpartners.com/

AERES GROUP:
The AERES GROUP adalah lembaga pendidikan dan riset yang fleksibel di sektor ramah lingkungan, menyediakan pendidikan reguler (TVET/Pelatihan Teknis dan Kejuruan, Sarjana dan Pascasarjana), penelitian dan inovasi terapan dan aktivitas (pembelajaran) komersial untuk individu dan bisnis, dan beroperasi di seluruh dunia. Tim pengajar dan pakar dari Aeres yang akan dilibatkan dalam proyek ini anggota dari Pusat Pakar Unggas (Poultry Expertise Centre/PEC) di Belanda. PEC berfokus pada peluang yang dihadapi unggas internasional. https://www.aeres.eu/

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar