Penumpang dibatasi, BUMN transportasi diminta ubah model keuangan

Penumpang dibatasi, BUMN transportasi diminta ubah model keuangan

KM Kelud milik PT Pelni (Persero). ANTARA/HO-Pelni/am.

Tidak mungkin dengan kapasitas (penumpang) yang sekarang bisa mencapai break even point
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo meminta BUMN sektor transportasi mengubah model keuangannya agar dapat mencapai titik impas biaya pokok (break even point/BEP) di era New Normal pascapandemi COVID-19.

"Sebagai contoh di penerbangan atau kereta api, kalau memang nantinya pada setahun atau dua tahun ke depan memang hanya 50 persen kapasitas penumpangnya tentunya model keuangannya harus berubah juga," kata Kartika dalam seminar daring di Jakarta, Rabu.

Kartika mengatakan bahwa perubahan model keuangan itu penting dilakukan agar BUMN transportasi dapat mencapai BEP atau memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas perusahaan.

"Tidak mungkin dengan kapasitas (penumpang) yang sekarang bisa mencapai break even point," kata Kartika Wirjoatmodjo.

Sebelumnya PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) mulai melakukan pelayanan penjualan tiket bagi penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Penjualan dilakukan sesuai dengan persyaratan sesuai protokol penanganan penumpang Pelni selama masa COVID-19 serta SE Gugus Tugas Covid-19 No 4/2020 dan SE Dirjen Hubla No. 21/2020.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero), OM Sodikin mengatakan bahwa pihaknya melayani penjualan tiket kepada penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan melampirkan beberapa dokumen perjalanan berdasarkan Surat Edaran yang telah ditetapkan, yang disertai dengan surat keterangan kesehatan dari pihak yang berwenang pada periode maksimal tujuh hari sebelum keberangkatan. Pembayaran tiket juga dianjurkan untuk melalui proses nontunai.

Selama periode ini, Pelni hanya akan menjual sekitar 50 persen dari kapasitas, guna menjaga jarak antar penumpang selama perjalanan (physical distancing).

Sementara itu, untuk menekan interaksi antara petugas kapal dengan penumpang, pemeriksaan tiket di atas kapal ditiadakan sementara bagi penumpang dengan tujuan dari pelabuhan ke pelabuhan (port to port).

Baca juga: BUMN transportasi jamin tak merumahkan karyawan di tengah COVID-19
Baca juga: Wamen BUMN: Transportasi udara perlu desain ulang di era New Normal
Baca juga: Hari ini Pelni mulai jual tiket bagi penumpang

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wamen ATR ajak kepala daerah cari solusi sengketa tanah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar