Firli: Semangat kebangkitan nasional diperlukan untuk berantas korupsi

Firli: Semangat kebangkitan nasional diperlukan untuk berantas korupsi

Ketua KPK Firli Bahuri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh setiap 20 Mei menyebut semangat kebangkitan nasional sangat diperlukan dalam pemberantasan korupsi.

"Dalam pemberantasan korupsi, semangat kebangkitan nasional sangat mutlak diperlukan agar hunusan bilah pedang antikorupsi dapat melesak masuk ke dalam dan mematikan denyut jantung laten korupsi yang telah berurat akar di negeri ini," ucap Firli melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Ia pun mengatakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana konsistensi kita sebagai bangsa yang satu saat ini tengah diuji ragam permasalahan yang seolah datang silih berganti.

Baca juga: Presiden ingatkan sejarah Harkitnas saat Dr Cipto tangani wabah pes

"Saya percaya dan yakin, ragam persoalan yang mendera negeri ini dapat kita hadapi, lalui, dan akhiri bersama apabila kita semua seluruh elemen bangsa mengimplementasikan esensi nilai-nilai kebangkitan nasional dalam kehidupan sehari-hari," kata Firli.

Seperti pandemi COVID-19 yang kini menjadi permasalahan utama bangsa Indonesia dan dunia pada umumnya, kata dia, perlu kesadaran penuh dan rasa solidaritas serta nasionalisme yang tinggi dari seluruh anak bangsa di negeri ini untuk bangkit, bersatu, dan bahu-membahu mengentaskan persoalan tersebut.

"Di tengah kondisi saat ini, di mana situasi sosial kemasyarakatan rentan terfragmentasi, hanya dengan semangat kebangkitan nasional yang mana didalamnya terkandung nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme dapat menyelamatkan kita dan bangsa ini," kata Firli.

Menurut dia, banyak pelajaran berharga dari esensi Hari Kebangkitan Nasional di masa perjuangan kemerdekaan, masa kini, dan masa depan untuk merespons dinamika serta tantangan kehidupan berbangsa di tanah air yang terdiri dari beraneka ragam suku, agama, dan ras yang tersebar dari Sabang sampai Marauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

"Ragam perbedaan di negeri ini, bukan menjadi kelemahan, namun justru menjadi kekuatan yang dapat dipersatukan oleh semangat nasionalisme dan patriotisme, yang terkandung dalam Hari Kebangkitan Nasional," ungkap Firli.

Ia mengaku tidak sedikit nilai-nilai dari kebangkitan nasional yang patut diteladani karena esensinya terbukti dapat mengikuti dan sejalan dengan perkembangan zaman dari masa ke masa bagi generasi sebelumnya, generasi masa kini, dan generasi yang akan datang.

"Selamat merayakan Hari Kebangkitan Nasional mari bangkit dari segala keterpurukan, bangkit untuk terus maju menyongsong masa depan yang lebih baik lagi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," ujarnya.

"Serta memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sesuai cita-cita didirikannya negara ini," kata Firli menambahkan.

Baca juga: Menkominfo: bangkit dalam optimisme nasional baru
Baca juga: Harkitnas, Kapolri ajak masyarakat bangun optimisme di era normal baru

 

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Refleksi Kebangkitan Nasional rangkai ulang satu Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar