Golkar ingin jadi transmisi semangat kebangkitan saat pandemi COVID-19

Golkar ingin jadi transmisi semangat kebangkitan saat pandemi COVID-19

Ketua DPD Golkar Jatim M. Sarmuji di sela kegiatan Webinar atau seminar daring Partai Golkar dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Surabaya, Kamis (20/5/2020). (FOTO ANTARA/HO-Golkar Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Partai Golongan Karya (Golkar) ingin menjadi transmisi semangat kebangkitan di tengah pandemi virus corona jenis baru atau COVID-19.

"Kami adalah bangsa pejuang yang tidak akan pernah menyerah pada keadaan. Kami tidak akan tunduk pada situasi, tetapi akan berjuang mencari solusi," kata Ketua DPD Golkar Jatim M. Sarmuji di sela kegiatan Webinar atau seminar daring Partai Golkar memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Surabaya, Rabu.

Selain Ketua Golkar Jatim, seminar daring tersebut diikuti Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Umum HIPMI Mardani Maming, CEO Strudle Malang Donni Kris Puriyono dan Direksi Jatim Graha Utama Andira Reo Putra.

Menurut dia, pada saat situasi terpuruk akibat COVID-19, sebagian orang kehilangan pekerjaan dan berkurangnya penghasilan. Namun, lanjut dia, bukan berarti orang tersebut harus kehilangan harapan untuk bangkit.

"Kami boleh defisit pembiayaan, tanggungan bertambah, utang membengkak, tapi kami tidak boleh defisit optimisme," ujarnya.

Sarmuji mengatakan pada saat wabah pandemi ini dunia seakan gelap, tapi Golkar tidak mengutuknya. Para pendahulu, lanjut dia, memilih bambu runcing di tangan maju ke medan perang dari pada sekadar mengeluh beratnya penjajahan.

"Kiami adalah bangsa pejuang yang tidak akan pernah menyerah pada keadaan. Kami tidak akan tunduk pada situasi tetapi akan berjuang mencari solusi," katanya.

Untuk itu, Sarmuji menegaskan Golkar Jatim ingin menjadi transmisi semangat kebangkitan baru di tengah pandemi COVID-19.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan industri olahraga menjadi sektor yang sangat terdampak ditengah pandemi COVID-19 karena tidak mungkin melakukan perkumpulan secara massif.

"Misalkan tentang defisit yang awalnya hanya boleh 3 persen dalam perpu dilonggarkan agar kita bisa memiliki cukup dana untuk mengatasi COVID-19," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga melakukan jaring pengaman sosial untuk meningkatkan daya beli masyarakat, seperti peningkatan dana desa dan bansos di kementerian sosial. "Pemerintah melakukan refocusing dan realokasi anggaran. Pemerintah juga mengatasi dampak COVID-19 pada UMKM dan dunia usaha secara umum," katanya.

Baca juga: Pemprov Jatim dorong optimalisasi rapid test di titik kerumunan massa

Baca juga: Pemprov Jatim gandeng TNI-Polri terapkan kampung tangguh di Surabaya

Baca juga: Pemprov kirim bantuan warga Jatim di Jabodetabek terdampak COVID-19

Baca juga: Warga Jatim di Jabodetabek dapat bantuan sembako dari Pemprov Jatim

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BPK & DPR targetkan kasus Jiwasraya selesai 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar