Tertimbun tanah longsor, warga Rejang Lebong tewas

Tertimbun tanah longsor, warga Rejang Lebong tewas

Jenazah almarhum Jalaludin saat disemayamkan di rumah duka di Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sindang Kelingi, Rabu sore. (ANTARA/HO)

Rejang Lebong (ANTARA) - Seorang warga Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor yang terjadi di wilayah itu.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Dheny Budhiono melalui Kapolsek Sindang Kelingi, Iptu Joko Triyanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu sore, menyebutkan jika tanah longsor ini terjadi pada hari itu sekitar pukul 03.00 WIB di perkebunan yang berada di seberang Sungai Air Apo Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sindang Kelingi.

"Kejadiannya pada Rabu pagi sekitar pukul 03.00 WIB, korbannya bernama Jalaludin bin Sapri berumur 51 tahun, warga Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sindang Kelingi," ujar dia.

Baca juga: Longsor, jalur Palu-Kulawi belum dapat dilalui

Lokasi kebun milik korban itu sendiri tambah dia, berjarak cukup jauh dari Desa Cahaya Negeri dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dengan waktu tempuh selama 3 jam, Korban hilang tertimbun longsor baru diketahui pada pukul 11.00 WIB, dan baru ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dalam kondisi telah meninggal dunia.

"Jenazah korban sore tadi sudah disemayamkan di rumah duka di Desa Cahaya Negeri dan rencananya besok pagi akan dimakamkan," tambah dia.

Sementara itu, Camat Sindang Kelingi Firdaus mengatakan, jika hujan deras yang terjadi di wilayah itu selain menyebabkan tanah longsor juga banjir akibat tidak berfungsinya saluran drainase di sepanjang Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, mulai dari Desa Pelalo hingga Desa Cahaya Negeri.

Baca juga: Seorang warga tewas tertimbun longsor di OKU Selatan

"Untuk warga yang meninggal dunia sore tadi sekitar pukul 17.30 WIB berhasil dievakuasi, korban ini meninggal dunia setelah pondok tempat tinggalnya di kebun tertimbun longsor," kata dia.

Sedangkan Kalak BPBD Rejang Lebong, M Budianto membenarkan kejadian banjir dan tanah longsor di wilayah itu yang menyebabkan satu orang meninggal dunia serta ratusan ton ikan milik petani di Desa Belumai I dan Belumai II, Kecamatan Padang Ulak Tanding yang hanyut terbawa banjir bandang bersamaan dengan kejadian di beberapa titik lainnya.

"Untuk banjir di dua titik yakni di Desa Cahaya Negeri dan Desa Belumai, kejadian di Cahaya Negeri akibat drainase jalan nasional meluap. Kejadian di Desa Belumai juga menyebabkan satu unit jembatan gantung putus, dan puluhan kolam air deras jebol," ujar Budianto.***3***
Baca juga: Bencana alam periode Januari - Mei 2020 di Sumsel meningkat
Baca juga: Korban longsor Bogor baru ditemukan setelah enam jam

 

Pewarta: Nur Muhamad
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jalan tertimbun material longsor, jalur Palu-Kulawi terputus

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar