Wall Street ditutup melambung, terkerek penguatan saham energi

Wall Street ditutup melambung, terkerek penguatan saham energi

Ilustrasi: Seorang pialang Wall Street berekspresi saat melihat pergerakan harga saham di layar bursa New York Stock Exchange (NYSE) di New York, Amerika Serikat (20/3/2020). ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson/aa. (REUTERS/LUCAS JACKSON)

...dampak dari wabah Virus Corona dan krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan terus membebani aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan inflasi dalam waktu dekat
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didukung oleh kenaikan kuat di sektor energi seiring dengan kenaikan harga minyak di pasar global.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 369,04 poin atau 1,52 persen, menjadi ditutup di 24.575,90 poin. Indeks S&P 500 naik 48,67 poin atau 1,67 persen, menjadi berakhir di 2.971,61 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 190,67 poin atau 2,08 persen, menjadi 9.375,78 poin.

Saham raksasa energi AS, Chevron dan Exxon Mobil masing-masing terangkat 3,77 persen dan 3,25 persen, berkontribusi terhadap pasar lebih luas. Sektor energi S&P 500 ditutup melonjak 3,82 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Baca juga: Harga emas naik, dibatasi peningkatan minat pasar pada aset berisiko

Wall Street juga mencerna risalah pertemuan terbaru dari bank sentral AS. Risalah yang dirilis pada Rabu (20/5/2020) dari pertemuan Federal Reserve (Fed) pada April menunjukkan keprihatinan mendalam tentang ekonom terbesar di dunia itu.

"Para peserta menilai bahwa dampak dari wabah Virus Corona dan krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan terus membebani aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan inflasi dalam waktu dekat dan akan menimbulkan risiko yang besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah," risalah mengatakan.

Risalah pertemuan tersebut datang satu hari setelah kesaksian Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Keduanya menggambarkan ekonomi dalam istilah suram di hadapan Senat, tetapi mereka berbeda tentang cara memperbaikinya.

Baca juga: Dolar AS melemah, tertekan risalah The Fed soal pemulihan ekonomi

Mnuchin menyerukan pembukaan kembali yang cepat, memperingatkan ada "risiko kerusakan permanen" jika negara menunda pembukaan kembali ekonomi.

Powell menyerang dengan nada yang lebih hati-hati, menekankan pentingnya mengendalikan virus. Dia mengulangi komitmen bank sentral untuk "menggunakan berbagai alat kami untuk mendukung perekonomian di masa yang sulit ini bahkan ketika kami menyadari bahwa tindakan ini hanya bagian dari respons sektor publik yang lebih luas."

Pada Rabu sore (20/5/2020), lebih dari 1,54 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 92.700 kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.

Baca juga: Saham Spanyol "rebound" dari kerugian, Indeks IBEX 35 naik 1,13 persen

Baca juga: Saham Inggris berbalik menguat dengan indeks FTSE 100 naik 1,08 persen

Baca juga: Bursa saham Jerman berakhir menguat, Indeks DAX terangkat 148,42 poin


 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden buka perdagangan perdana, IHSG menguat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar