Bangkitkan optimisme, KKP gelar pelatihan gratis cara olah ikan

Bangkitkan optimisme, KKP gelar pelatihan gratis cara olah ikan

Proses pelatihan pengolahan ikan gratis melalui aplikasi daring. ANTARA/HO-KKP

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyelenggarakan program "Pelatihan Pembuatan Kerupuk Amplang" dan "Pelatihan Pembuatan Unagi Donburi" gratis secara daring kepada masyarakat dalam membangkitkan optimisme di tengah pandemi.

Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal, Muchlisin, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis,  memfasilitasi pelatihan tersebut melalui aplikasi Zoom sebagai terobosan baru bagi para peserta pelatihan.

Pelatihan Pembuatan Kerupuk Amplang yang difiasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal disambut antusias oleh masyarakat yang berminat untuk membuka maupun mengembangkan usaha di bidang perikanan di berbagai daerah.

Tercatat sebanyak 929 peserta dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia turut serta, mulai dari Aceh, Riau, Bali, Banten, Jambi, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Maluku, Gorontalo, NTT, hingga Papua Barat.

Para peserta mengikuti pelatihan dari rumah masing-masing melalui aplikasi Zoom. Pelatihan disampaikan oleh para instruktur melalui penayangan modul pembelajaran video, bahan tayang, dan demonstrasi praktek pengolahan.

"Pada umumnya, amplang diolah menggunakan ikan tenggiri. Namun, kali ini kami membagikan cara memproses amplang menggunakan jenis ikan lainnya yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing peserta," ujar Muchlisin.

Menurut dia, kunci dari proses pengolahan itu terletak pada aspek kreativitas.

Ia mengatakan, kerupuk amplang memiliki potensi pasar yang besar, antara lain karena permintaan untuk produk tersebut dinilai cukup tinggi di pasar, padahal modal yang dibutuhkan relatif kecil.

"Peralatan yang digunakan juga sederhana dan proses pembuatannya cukup mudah dibandingkan jenis kerupuk lainnya sehingga masyarakat bisa memulai usaha ini dengan mudah," jelasnya.

Muchlisin berharap, pelatihan ini dapat menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat di tengah pandemi COVID-19 yang melanda saat ini.

Sedangkan bagi pelaku usaha di bidang perikanan, ia berharap agar pelatihan ini memberikan pilihan diversifikasi olahan baru untuk mengembangkan usaha.

Di saat yang bersamaan, BP3 Banyuwangi juga menyelenggarakan “Pelatihan Pembuatan Unagi Donburi” yang diikuti oleh 486 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Sumatera Utara, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja berharap, transfer ilmu dan keterampilan yang disampaikan melalui kedua pelatihan ini bermanfaat untuk membangkitkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar