PBNU luncurkan mushaf Ar Risalah dilengkapi kekayaan ornamen Nusantara

PBNU luncurkan mushaf Ar Risalah dilengkapi kekayaan ornamen Nusantara

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj (kiri) menunjukkan Al Quran atau mushaf Ar Risalah. (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)

Keunikan mushaf LTN PBNU itu antara lain terdapat pada kekayaan simbol khas Nusantara yang mewarnainya.
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Ta’lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN PBNU) merilis mushaf Ar Risalah yang dilengkapi kekayaan ornamen Nusantara.

Al Quran atau Mushaf Ar Risalah Nahdlatul Ulama diluncurkan secara resmi di Jakarta, Kamis malam yang bertepatan dengan malam 29 Ramadhan 1441 Hijriyah.

Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi (Usma) mengatakan penerbitan mushaf tersebut merupakan amanat dari Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan jamaah Nahdliyin.

Mushaf, kata dia, menjadi artefak organisasi dan alat penghubung di antara para pengurus dengan jamaah serta mendukung peran NU dalam peradaban global.

Sebagai organisasi keagamaan Islam terbesar, dia mengatakan sudah selayaknya NU memiliki mushaf terbitan internal organisasi yang mampu memberikan kedekatan emosional antara pengurus dan jamaah.

"Hal ini sekaligus diharapkan menjadi modal awal dalam membangun pola hubungan yang kongruen, kompak dan konsisten," kata dia.

Baca juga: PBNU salurkan bantuan sembako ke sejumlah wilayah Indonesia
Baca juga: Said Aqil Siroj imbau masyarakat Shalat Tarawih di rumah


Usma bersyukur terbitnya mushaf mendapat sambutan sangat hangat dari berbagai kalangan.

"Hal itu seolah menggambarkan kerinduan yang lama terpendam atas hadirnya mushaf terbitan resmi Nahdlatul Ulama," katanya.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bangga NU menerbitkan mushaf resmi untuk warga Nahdliyin bertepatan dengan bulan turunnya Al Quran.

Keunikan mushaf LTN PBNU itu antara lain terdapat pada kekayaan simbol khas Nusantara yang mewarnainya.

Usma mengatakan grafis cover tulisan "Al Quraan Al Karim menggunakan khat atau font Diwani Jaly membentuk tetesan air dengan ornamen bunga Wijaya Kusuma.

Tata letak mushaf maupun penanda nomor halaman, kata dia, menggunakan motif batik Wahyu Tumurun. Kemudian bingkai tiap halaman mushaf, lanjut dia, memiliki corak batik dan diorama dari Aceh, Kalimantan dan beberapa wilayah lainnya.

Mushaf Ar Risalah ini juga dilengkapi dengan pedoman amaliyah khas "ahlussunnah wal jamaah an nahdliyah" terkait Al Quran dan adab membacanya serta metode penulisan mushaf Utsmani riwayat Imam Hafs dengan menggunakan font Utsman Thaha.

Baca juga: PBNU dukung upaya penanggulangan COVID-19
Baca juga: PBNU ajak umat Islam rayakan Lebaran daring cegah COVID-19

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ini alasan Mendikbud Nadiem menunda POP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar