Milad ke-4, Himpuni pertegas konsolidasi bakti bagi negeri

Milad ke-4, Himpuni pertegas konsolidasi bakti bagi negeri

Koordinator Presidium Himpuni Dr. Maryono saat peringatan milad ke-4 Himpuni, di Jakarta, Rabu (20/5/2020) (HO-Dok Himpuni)

Kita bersyukur, Himpuni semakin solid dan guyub, serta melakukan serangkaian pengabdian kepada masyarakat, sesama alumni, dan pemerintah
Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) mempertegaskan konsolidasi di kalangan anggotanya untuk mewujudkan bakti kepada negeri dalam memeringati hari jadinya yang keempat.

"Kita bersyukur, Himpuni semakin solid dan guyub, serta melakukan serangkaian pengabdian kepada masyarakat, sesama alumni, dan pemerintah," kata Koordinator Presidium Himpuni Dr. Maryono, melalui pernyataan tertulis, di Jakarta, Kamis.

Yang terpenting, kata dia, solidaritas Himpuni makin kuat dalam upaya memberi masukan-masukan kepada pemerintah, baik hasil penelitian maupun kajian-kajian.

Baca juga: Himpuni beri sejumlah usulan tangani virus corona

Terkait HUT Ke-4 Himpuni, Maryono mengakui seiring waktu jumlah anggotanya bertambah yang sekarang mencapai 40 organisasi alumni PTN di seluruh Indonesia sejak didirikan pada 2016 silam.

Sejak resmi dibentuk, kata dia, Himpuni telah memberikan banyak sumbangsih bagi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk pada masa wabah Corona ini dengan secara aktif turun ke masyarakat menyalurkan bantuan.

Himpuni juga telah melakukan kajian-kajian dalam bentuk diskusi sebanyak delapan seri diskusi mengenai RUU Cipta Kerja yang hasilnya akan diserahkan pascapandemik ini, baik kepada DPR maupun pemerintah.

Ditambahkan Maryono, hari jadi Himpuni bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei sehingga pada tahun ini sekaligus dicanangkan sebagai "Kebangkitan Himpuni".

Selain itu, kata dia, dalam menghadapi pandemik Himpuni berupaya bagaimana menggerakkan UMKM, sebagai bisnis potensial yang dapat mendorong perekonomian Indonesia lebih baik lagi.

Baca juga: Himpuni hargai perbedaan pilihan politik anggotanya

Ke depan, Maryono berharap segenap anggota Himpuni akan kian merapatkan barisan untuk bisa berperan aktif memberi masukan kepada pemerintah.

"Tahun ini, karena pandemik, maka rencana Munas Himpuni akan dibicarakan ulang, kapan akan dilaksanakan. Mungkin tahun depan," tuturnya.

Sebelumnya, sebagai bentuk rasa syukur, beberapa pengurus organisasi alumni PTN berkumpul untuk merayakan ulang tahun Ke-4 Himpuni di Kantor Sekretariat Himpuni, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta, Rabu (20/5).

Bersamaan dengan itu, diadakan diskusi virtual bertajuk "UKM Kampus Harapan Masa Depan Perekonomian Indonesia" yang menghadirkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sebagai pembicara kunci, kemudian pembicara Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Ir. Nizam, MSc, Dekan Sekolah Vokasi IPB Dr. Ir. Arief Daryanto, dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey yang dimoderatori Dr. Handito Joewono, Ketua Tim UMKM Himpuni.

Dalam paparan pembukanya, Maryono selaku Koordinator Presidium Himpuni mengatakan bahwa dari hasil riset "keroyokan" antara Tim UMKM Himpuni, Aprindo, Arrbey Research, periode 1-13 Mei secara daring diperoleh hasil bahwa UMKM perlu dukungan untuk bangkit, perlu akses pasar ritel, pengembangan startup di UMKM kampus, mahasiswa berpotensi menjadi eksportir, dan pengembangan ekosistem startup terpadu.

Baca juga: Himpuni harap putusan MK junjung tinggi kejujuran dan keadilan

Untuk itu, lanjut Maryono, secara khusus Tim UMKM Himpuni menyerahkan hasil kajian kepada Menteri Teten, serta menandatangani kesepakatan bersama dengan Aprindo dan GPEI.

"Himpuni mau memperjuangkan UKM kampus go nasional, go global," ujar Maryono.

Pada kesempatan itu, Teten menyambut baik dan menyatakan siap bekerja sama dengan Himpuni dalam memajukan UKM, khususnya di kampus-kampus.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jadikan bencana sebagai pemantik memajukan pengetahuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar