Puluhan migran di Panama terjangkit virus corona

Puluhan migran di Panama terjangkit virus corona

Kapal pesiar MS Zaandam terlihat di lepas pantai Panama City, Jumat (27/3/2020), setelah empat penumpang meninggal dunia di atas kapal di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) yang terus berlanjut. REUTERS/Erick Marciscano/ama/cfo

Tidak mudah untuk menampung 1.900 orang di tempat yang begitu kecil. Kami telah bekerja keras,
Panama City (ANTARA) - Sebanyak 59 migran di beberapa pusat penampungan di Panama positif terjangkit virus corona penyebab COVID-19, menurut keterangan seorang pejabat kesehatan. 

Ribuan migran di negara Amerika Tengah itu sedang menunggu perjalanan lanjutan ke wilayah utara.

Lebih dari 2.500 migran telantar di Panama pada Maret lalu ketika perbatasan dengan Kosta Rika ditutup untuk menahan laju sebaran COVID-19. Hampir 2.000 di antaranya tertahan di pusat migrasi di Provinsi Darien, yang terletak di pinggiran hutan antara Panama dan Kolombia.

Sebanyak 24 migran yang positif terpapar virus corona telah pulih, sementara kasus-kasus lainnya tergolong ringan. Hanya beberapa pasien dengan risiko tinggi yang dipindahkan ke rumah sakit setempat, menurut direktur kesehatan provinsi tersebut, dr. Juan Rosales.

Semua orang yang didiagnosis terjangkit virus corona, juga orang-orang yang melakukan kontak dengan mereka, telah ditempatkan di lokasi khusus isolasi.

Terdapat sejumlah kelompok di lokasi-lokasi penampungan migran tersebut yang rentan dan berisiko tinggi terjangkit, termasuk 78 ibu hamil.

Rosales juga menyebut bahwa otoritas kesehatan telah bekerja keras untuk menahan penularan virus corona di lokasi-lokasi penampungan yang sempit.

"Tidak mudah untuk menampung 1.900 orang di tempat yang begitu kecil. Kami telah bekerja keras," kata Rosales.

Tim medis sudah mengarahkan para migran agar menerapkan pembatasan jarak dan penggunaan masker, kata Rosales. Ia menambahkan bahwa para petugas bekerja secara lintas-bahasa dan lintas-budaya.

Sebagian besar migran itu merupakan warga negara Haiti, Kuba, dan juga mereka yang berasal dari benua lain seperti Afrika dan Asia, demikian Kepala Misi Organisasi Internasional untuk Migrasi di Panama, Santiago Paz, menerangkan.

"Lebih dari satu perempat di antaranya adalah anak dan remaja di bawah 17 tahun," kata dia menambahkan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kasus COVID-19 menurun, Panama akan mulai lagi kegiatan ekonomi

Baca juga: Di tengah pandemi corona, Panama dapat bantuan Rp20 triliun

Baca juga: Dirut RS Haiti diculik di tengah darurat virus corona


 

Presiden minta jajarannya antisipasi kepulangan 34.000 pekerja migran

Penerjemah: Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar