Satu sembuh COVID-19 dan satu kasus baru di Aceh

Satu sembuh COVID-19 dan satu kasus baru di Aceh

Ilustrasi - Petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) melintas di depan ruang isolasi di Banda Aceh, Aceh. ANTARA/Irwansyah Putra/foc

Banda Aceh (ANTARA) - Seorang pasien positif COVID-19 di Provinsi Aceh telah dinyatakan sembuh, disamping itu juga terjadi penambahan satu warga yang terkonfirmasi positif sehingga daerah Tanah Rencong itu dengan total mencatat 19 kasus positif COVID-19.

Juru bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, Sabtu, mengatakan pasien yang sembuh berinisial AS, 20 tahun, asal Kabupaten Simeulue. Sedangkan satu kasus baru yang terkonfirmasi positif yakni warga berinisial Muk, 51 tahun, asal Kabupaten Aceh Tamiang.

"Hasil pemeriksaan terakhir sampel swab cairan kerongkongan dan cairan hidung AS di Balai Litbangkes Aceh menunjukkan negatif virus corona. AS juga telah meninggalkan ruang isolasi Pinere RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh," katanya di Banda Aceh.

Dia menyebutkan AS telah meninggalkan ruang isolasi Pinere RSUD Zainoel Abidin pada Jumat, kemarin.

Baca juga: Ikhtiar Banda Aceh memutus rantai corona lewat Perwal wajib masker
Baca juga: 131 kendaraan putar balik di hari kedua larangan masuk Aceh


Menurutnya, AS dirujuk ke Banda Aceh setelah hasil tes cepat (rapid test) dirinya menunjukkan reaktif, sekaligus hasil uji sampel swab dengan metode real time PCR juga konfirmasi positif COVID-19.

“Alhamdulillah, setelah sekitar 10 hari dirawat tim medis RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, AS sudah negatif virus corona, dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya," ujarnya.

AS merupakan santri dari pondok pesantren Temboro, Magetan, Jawa Timur, yang pulang kampung ke Simeulue bersama empat santri lainnya secara bergelombang pada April lalu. Mereka juga langsung diisolasi di rumah sakit umum Simeulue.

Baca juga: Balitbangkes Aceh telah periksa 312 swab, hasilnya 17 positif corona
Baca juga: Dihentikan, layanan Kapal Ferry Sabang-Banda Aceh selama Lebaran


Sementara itu, kata dia, penderita COVID-19 yang baru terkonfirmasi yakni Muk pada Senin (18/5) lalu mendatangi IGD RSUD Aceh Tamiang, lantaran mengalami gejala demam tinggi disertai batuk-batuk setelah pulang dari Kota Medan, Sumatera Utara.

“Hasil rapid test yang di RSUD Aceh Tamiang menunjukkan reaktif," ujarnya.

Selanjutnya, petugas medis mengambil sampel swab cairan tenggorokan dan hidung Muk, untuk kemudian dikirim ke Balai Litbangkes Aceh, di Aceh Besar. Dan hasilnya, Muk terkonfirmasi positif COVID-19.

"Muk tercatat sebagai kasus ke 19 penderita COVID-19 di Aceh,” katanya, menambahkan.

Secara kumulatif, provinsi paling barat Indonesia tersebut mencatat sebanyak 19 kasus warga terkonfirmasi positif COVID-19, dengan rincian dua orang masih dalam perawatan medis, 16 orang telah sembuh, dan satu orang meninggal dunia.

Baca juga: Dua hari tak ada penambahan positif COVID-19 di Aceh
Baca juga: Aceh kondusif jelang Lebaran

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mengenal Meukeutop, peci motif khas Aceh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar