2.500 pasukan oranye diturunkan di malam takbir Idul Fitri 1441 H

2.500 pasukan oranye diturunkan di malam takbir Idul Fitri 1441 H

Pasukan oranye yang bertugas membersihkan sampah usai aksi Indonesia Memanggil di Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (28/10/2019) (ANTARA/Livia Kristianti)

Kami siagakan 50 petugas di setiap kecamatan. Lebih dari 2.500 personel di seluruh Jakarta
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 2.500 pasukan oranye atau pasukan kebersihan diturunkan saat malam takbir atau sehari jelang Idul Fitri 1441 Hijriah, Sabtu dan ini akan terus disiagakan hingga Hari Raya Idul Fitri, Minggu (24/5) untuk memastikan Ibu Kota tetap bersih.

"Kami siagakan 50 petugas di setiap kecamatan. Lebih dari 2.500 personel di seluruh Jakarta yang bertugas saat malam takbiran hingga hari H Idul Fitri. Termasuk TPST Bantargebang yang tetap melakukan pelayanan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu malam.

Andono juga mengatakan selain ribuan personel, pihaknya juga menyiagakan ratusan truk sampah dan 88 unit kendaraan penyapu jalan otomatis atau road sweeper.

"Sejak H-4 pengemudi truk sampah juga telah diinstruksikan untuk melakukan pengosongan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di seluruh wilayah Jakarta," ucapnya.

Baca juga: Polrestro Jakarta Barat terjunkan 345 personel patroli malam takbiran

Strategi ini, kata Andono, dilakukan agar TPS dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal pada saat libur hari H dan H+1 Lebaran.

Selain itu, agar kondisi lingkungan sekitar TPS tetap nyaman, tidak berbau menyengat, serta menghindari berkembangnya lalat dan vektor penyakit lainnya.

Diperkirakan Andono, jumlah sampah saat malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri akan berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena  saat ini masih diterapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

"Namun, petugas tetap bersiaga untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap optimal. Personel yang bertugas juga diinstruksikan untuk menjalankan protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: Satpol PP Jakbar bubarkan kerumunan di Kota Tua

Berdasarkan data timbangan sampah di TPST Bantargebang, tercatat sampah yang dikirim ke sana sebelum kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH), periode 1-15 Maret 2020 mencapai 9.346 ton/hari.

Kemudian selama diberlakukannya WFH, 16 Maret - 9 April 2020, rata-rata 8.485 ton/hari. Sedangkan saat PSBB, periode 10 April - 22 Mei 2020, rata-rata sampah warga Jakarta yang dikirim ke TPST Bantargebang hanya mencapai 6.602 ton/hari.

Selain itu, Andono juga meminta warga Jakarta mematuhi pesan Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan yang meminta warga mematuhi seruan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta terkait anjuran untuk melaksanakan takbiran dan Shalat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Baca juga: Pemkot Jaksel kerahkan 300 personel Satpol PP patroli malam takbiran

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar