Kepala Gugus Tugas COVID-19 shalat Idul Fitri 1441 H di Graha BNPB

Kepala Gugus Tugas COVID-19 shalat Idul Fitri 1441 H di Graha BNPB

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kanan) saat melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 H di Ruang Serba Guna Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta Timur, Ahad (24/5/2020) dengan Imam dan Khatib Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nadjamuddin Ramly (kiri). ANTARA/HO-Humas BNPB/aa.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 H di Ruang Serba Guna Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta Timur.

Menurut Tenaga Ahli Kepala BNPB Egy Massadiah melalui catatan tertulis yang diterima di Jakarta, Ahad, Shalat Idul Fitri 1441 H yang diadakan diikuti 10 orang jamaah, sebagaimana yang diizinkan panitia kecil shalat Idul Fitri BNPB.

Sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak fisik, antar jamaah melaksanakan shalat Idul Fitri dengan mengambil jarak dua meter.

Shalat Idul Fitri tersebut menghadirkan Imam dan Khatib Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nadjamuddin Ramly dengan khotbah bertema "Kehidupan Normal Baru dalam menggapai Keridhaan Allah Subhanahu Wata’ala".

Baca juga: Perantau Gang Kelinci laksanakan Shalat Id di atas atap indekos

Baca juga: Gubernur Jawa Barat shalat Id di rumah dinas, tidak gelar griya


"Saat ini Allah menguji ummatnya dengan wabah pandemik yang sangat berbahaya dan mematikan, sebagaimana firman-Nya dalam Surah AlBaqarah ayat 155-156," kata Nadjamuddin dalam khutbahnya.

Nadjamuddin juga menyinggung norma hidup normal yang baru dengan membudayakan protokol kesehatan sebagai karakter pribadi yang akan bergulir menjadi gerakan budaya baru di kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Gerakan budaya baru itu akan melahirkan peradaban yang lebih tinggi ketika umat manusia hidup pada tatanan gaya hidup sehat dan merekonstruksi masa depan secara sistemik dan berkelanjutan.

"Protokol Kesehatan ini adalah gagasan cerdas, bernas dan mencerahkan dalam menghadap wabah virus corona," katanya.

Egy menuturkan sehari sebelumnya, Sabtu (23/5), saat berbuka puasa terakhir Ramadhan 1441 H, Doni terlihat sedih meninggalkan bulan yang penuh berkah itu. Apalagi, demi menjalankan tugas, Doni tidak bersama keluarga karena sudah lebih dari dua bulan harus tinggal di Graha BNPB.

"Hampir bisa dipastikan, semua yang hadir sore itu, merasakan ada nuansa yang berbeda," kata Egy menggambarkan suasana buka puasa terakhir Doni bersama sejumlah staf di Ruang Multimedia, Lantai 10 Graha BNPB, tidak jauh dari ruang kerjanya.*

Baca juga: Khatib Masjid Raya Medan ajak jamaah doakan COVID-19 segera berakhir

Baca juga: Dengan protokol kesehatan, masjid di Ambon selenggarakan shalat id

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tingkatkan imunitas, Doni Monardo ajak warga Malut makan ikan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar