Pemkot Jakbar fungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari untuk isolasi pemudik

Pemkot Jakbar fungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari untuk isolasi pemudik

Petugas Pos Cek Poin Kalimalang, Jakarta Timur, mengecek alamat pengendara motor pada alamat KTP dalam rangka penegakan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ANTARA/HO-Polrestro Jaktim/aa.

Masjid tersebut dikhususkan untuk menampung sebanyak 100 orang
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat memfungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari atau Masjid Raya Jakarta, Cengkareng, Jakarta Barat sebagai lokasi isolasi bagi para pemudik yang kembali ke Jakarta.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristy Warthini, sebagai langkah serius mereka dalam pencegahan COVID-19 di masa migrasi besar seperti lebaran

"Kan enggak boleh mudik, tapi mereka tetap mudik. Ya sudah, kita taruh mereka di situ, isolasi dulu 14 hari," ujar Kristy di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Penumpang pesawat tujuan Jabodetabek wajib punya SIKM

Baca juga: Pemalsu SIKM terancam hukuman Rp12 miliar dan 12 tahun penjara

Baca juga: Gelanggang Remaja Gambir disiapkan sebagai karantina orang tanpa SIKM


Kristy menyebut masjid tersebut menjadi tempat karantina pemudik yang bertempat tinggal di kawasan Jakarta Barat.

Masjid tersebut dikhususkan untuk menampung sebanyak 100 orang.

Para pemudik yang ditampung masuk ke masjid merupakan hasil penyekatan wilayah antara Dinas Perhubungan dan penegak hukum lainnya seperti Satuan Polisi Pamong Praja, dan anggota Polri-TNI.

Pemkot Jakarta Barat telah memfasilitasi masjid tersebut untuk isolasi diri para pemudik, namun tidak menyiapkan makanan siap saji bagi mereka.

"(Untuk) makan, mandiri ya mereka," ujar dia.
 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar