DPR: Pelibatan TNI-Polri tingkatkan kepatuhan protokol kesehatan

DPR: Pelibatan TNI-Polri tingkatkan kepatuhan protokol kesehatan

Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya. (Dok pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Willy Aditya meyakini pelibatan personel TNI-Polri secara masif di titik-titik keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat dalam kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Pelibatan TNI-Polri malah bagus, semestinya sejak awal hal semacam itu diterapkan. Dengan demikian, kepatuhan dan kedisiplinan akan semakin terjamin," kata Willy di Jakarta, Selasa.

Dia meyakini dengan pengerahan TNI-Polri itu target pemerintah dalam kebijakan PSBB akan tercapai namun aparat yang dikerahkan juga benar-benar menjalankan tugasnya.

Baca juga: Presiden kerahkan TNI-Polri secara masif, minta warga patuhi PSBB

Willy menilai pelibatan TNI-Polri tersebut tidak akan seperti negara India dalam menertibkan warganya yang cenderung keras karena secara sosiokultural, Indonesia dan India berbeda.

"Jadi tidak perlu keras, yang paling penting adalah segala panduan dan aturan yang ada dilaksanakan secara tegas. Tegas itu bukan berarti keras, namun konsekuen atas apa yang telah ditetapkan," ujarnya.

Selain itu dia juga menilai tepat pelibatan TNI-Polri tersebut khususnya dalam rangka menyongsong kehidupan normal baru yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Inilah daftar 25 kabupaten/kota dijaga TNI-Polri menuju "normal baru"

Menurut Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem itu, hal tersebut berarti kehidupan normal baru yang akan diwujudkan tidak asal saja namun ada pengkondisiannya terlebih dahulu.

"Jadi walaupun nanti kehidupan sosial ekonomi masyarakat normal kembali namun dengan disertai kesadaran dan perilaku yang baru yaitu kesadaran dan kedisiplinan untuk senantiasa menjalankan protokol pencegahan penularan COVID-19 seperti menggunakan masker jika keluar rumah, selalu menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan," katanya.

Baca juga: Anggota DPR: Normal baru harus dibarengi protokol kesehatan ketat

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan akan mengerahkan aparat TNI dan Polri secara masif di titik-titik keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Mulai hari ini akan digelar oleh TNI dan Polri, pasukan berada di titik-titik keramaian dalam rangka mendisiplinkan, lebih mendisiplinkan masyarakat, agar mengikuti protokol kesehatan sesuai PSBB," ujar Presiden saat meninjau stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Normal baru, TNI-Polri awasi 1.800 titik pendisiplinan kesehatan

Menurut Presiden Jokowi, pengerahan TNI dan Polri ini akan dilaksanakan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang telah menerapkan PSBB.

Presiden berharap pengerahan aparat TNI dan Polri akan membuat masyarakat disiplin mematuhi ketentuan dalam PSBB, sehingga kurva penularan virus corona baru atau COVID-19 dapat menurun.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ketua Komisi VIII minta Menag perhatikan pesantren

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar