Temanggung kembangkan tembakau lokal tahan iklim ekstrem

Temanggung kembangkan tembakau lokal tahan iklim ekstrem

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi (depan tengah) bersama pegawai Dinas Pertanian setempat melakukan penanaman tembakau dalam uji multilokasi kaitannya dengan pengembangan varietas untuk kemloko 7, kemloko 8, dan kemloko 9 di Walitelon, Kecamatan Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)

Saat ini kita melakukan uji multi-lokasi kaitannya dengan pengembangan varietas untuk Kemloko 7, Kemloko 8, dan Kemloko 9
Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang melakukan pemuliaan atau pengembangan tanaman Tembakau Kemloko, varietas lokal yang diharapkan nantinya tahan terhadap iklim ekstrem.

"Saat ini kita melakukan uji multi-lokasi kaitannya dengan pengembangan varietas untuk Kemloko 7, Kemloko 8, dan Kemloko 9," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi di Temanggung, Rabu.

Ia menyampaikan Temanggung mempunyai varietas tembakau asli Temanggung yang paling banyak di seluruh Indonesia. Kalau pengembangan terakhir ini sudah jadi, kata dia, maka ada 10 varietas Tembakau Kemloko.

Masrik menyebutkan terkait pengembangan tanaman tembakau ada dua program yakni pemuliaan dan pemurnian.

Baca juga: Permintaan tembakau Temanggung dari perusahaan rokok besar turun

Baca juga: Bupati Temanggung sebut dunia pertembakauan tidak ada kepastian


"Tanaman ini sudah siap di lapangan setelah selesai di laboratorium, inilah uji multi-lokasi yang sudah mendekati tahap akhir untuk menghasilkan Kemloko 7, Kemloko 8, dan Kemloko 9," katanya.

Ia menuturkan varietas Kemloko 7, Kemloko 8, dan Kemloko 9 nanti tahan basah atau air dan tahan kering. Diharapkan nanti, kata dia, dengan kondisi apa pun tembakau Temanggung itu tetap bisa berproduksi secara maksimal.

Masrik menjelaskan untuk tanaman tembakau di Temanggung harus mewakili dua tipe yakni tipe sawah dan tipe gunung.

"Tipe gunung kita coba di daerah Canggal Kecamatan Candiroto untuk uji multi-lokasinya dan yang sawah kita coba di dua lokasi di Walitelon Kecamatan Temanggung dan Kutoanyar Kecamatan Kedu," katanya.

Ia mengatakan hasil dari uji multi-lokasi tersebut akan selalu dilaporkan, dan nanti kalau sudah siap varietasnya dilakukan sidang pelepasan varietas, dan setelah dilepas oleh sidang itu baru sah diedarkan ke masyarakat.

Baca juga: Wakil Bupati minta LIPI kaji tata niaga pertembakauan Temanggung

Baca juga: Pemerintah perlu maksimalkan potensi lapangan kerja industri tembakau

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

DPRD Temanggung desak gudang serap tembakau petani

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar