Grand Indonesia siapkan protokol normal baru bila mal dibuka kembali

Grand Indonesia siapkan protokol normal baru bila mal dibuka kembali

Ilustrasi: Mal Grand Indonesia (ANTARA/Aji Cakti)

Persiapan GI jelang new normal, kami akan melanjutkan apa yang telah kami lakukan sebelumnya yaitu pengecekan suhu tubuh semua orang yang memasuki area Grand Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Manajemen Mal Grand Indonesia telah menyiapkan sejumlah protokol tatanan normal baru jika pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memperbolehkan mal kembali dibuka.

Grand Indonesia (GI) pun mengumumkan bahwa pihaknya tetap melakukan penutupan hingga 7 Juni mendatang sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta di sisi lain menyebutkan bahwa Grand Indonesia merupakan satu dari empat pusat perbelanjaan yang akan buka pada 8 Juni mendatang.

"Persiapan GI jelang new normal, kami akan melanjutkan apa yang telah kami lakukan sebelumnya yaitu pengecekan suhu tubuh semua orang yang memasuki area Grand Indonesia," kata Corporate Communication Grand Indonesia Annisa Hazarini saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Menko Perekonomian : Belum ada rencana pembukaan mal pada 5 Juni

Annisa menjelaskan pengecekan suhu tubuh dilakukan terhadap pengunjung, karyawan GI, karyawan tenant, karyawan alih daya, vendor, kontraktor hingga pengemudi ojek daring yang masuk baik melalui pintu utama maupun loading dock.

Selain itu seluruh pengunjung dan karyawan wajib menggunakan masker selama berada di area Grand Indonesia. Hand sanitizer juga akan disediakan di setiap lantai.

Manajemen GI tetap menerapkan jaga jarak physical distancing dengan memasang stiker antrean di area pintu masuk, depan lift, di dalam lift, toilet, mushola, hingga antrean taksi.

Baca juga: Bantah mal di DKI akan buka 5 Juni, APPBI: Kami tunggu arahan pemda

Dengan dibukanya kembali pusat perbelanjaan, kata dia, masyarakat pun mungkin diperbolehkan untuk makan di tempat. Oleh karena itu pihaknya juga akan mengurangi jumlah kursi di area tempat makan.

"Mengurangi jumlah kursi yang ada di G Card counter, G Card Lounge, serta Foodprint untuk penerapan physical distancing," kata Annisa.

Ia menambahkan manajemen Grand Indonesia  juga terus meningkatkan frekuensi pembersihan terhadap semua area publik yang bersentuhan langsung dengan pengunjung, seperti pegangan pintu, tombol lift, pegangan di dalam lift, pegangan eskalator, railing, dan toilet.

Selanjutnya pihaknya menyediakan drop box untuk para G Card member yang ingin melakukan earning point, untuk menghindari tatap muka dengan petugas Customer Service.

Manajemen Gran Indonesia  juga masih menunggu aturan resmi pemerintah jam operasional serta kemungkinan pembatasan pengunjung jika mal dibuka.

Baca juga: Aprindo berharap bila mal dibuka disertai jam operasional normal

Baca juga: Indef ingatkan skenario normal baru tidak mudah dan perlu biaya


 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Yang Grand Indonesia lakukan saat masuki transisi normal baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar