Jakarta (ANTARA News) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan mengajukan Taufiq Kiemas untuk menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014 menggantikan Ketua MPR periode 2004-2009 Hidayat Nurwahid.

"Sudah dapat dipastikan bahwa PDIP akan mengajukan Taufiq Kiemas," kata tokoh senior PDIP Sabam Sirait kepada pers di Senayan Jakarta, Jumat.

Taufiq Kiemas saat ini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP.

Menurut Sabam, sebenarnya PDIP sudah menyiapkan Taufiq Kiemas untuk menjadi pimpinan MPR periode 2004-2009, namun peluang bagi tokoh PDIP untuk menjadi Ketua MPR baru memungkinkan pada periode 2009-2014.

Kepastian mengajukan Taufiq Kiemas itu diperoleh setelah dilakukan pembicaraan di internal partai terkait peluang mengajukan kader PDIP menjadi pimpinan MPR.

Sabam mengatakan, pengajuan Taufiq Kiemas itu telah mendapat persetujuan dari Megawati Soekarnoputri dalam kapasitas sebagai Ketua Umum DPP PDIP.

Sabam juga memastikan bahwa Taufiq Kiemas siap memimpin MPR untuk periode lima tahun mendatang.

"Mengenai (kesiapan) itu juga sudah dapat dipastikan," katanya.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai komposisi pimpinan DPR RI, Sabam mengemukakan, PDIP juga sudah menyiapkan kadernya untuk menjadi bagian dari pimpinan DPR RI.

"Kalau Ketua DPR mendatang `kan sudah disepakati berdasarkan UU, akan dijabat kader partai pemenang pemilu. Kita serahkan sepenuhnya kepada Partai Demokrat untuk menentukan siapa kadernya yang akan diajukan sebagai Ketua DPR," katanya.

Meski demikian, kata Sabam, PDIP berpeluang mengisi komposisi pimpinan DPR RI sebagai wakil ketua.

"Untuk pimpinan DPR, PDIP nanti menempati wakil ketua," katanya.

Sabam mengemukakan, PDIP memang belum membahas atau membicarakan mengenai siapa yang akan diajukan sebagai Wakil Ketua DPR tetapi pembicaraan secara informasi sudah dilakukan.

"Siapa yang akan diajukan PDIP untuk posisi Wakil Ketua DPR, saya tidak akan memberi keterangan. Sudah mulai disebut-sebut nama itu, tetapi jangan dari saya yang sebutkan nama-nama itu," katanya. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009