Maria puji pelayanan hemodialisa JKN-KIS sangat baik

Maria puji pelayanan hemodialisa JKN-KIS sangat baik

Peserta Program JKN-KIS Maria Derita menjalani perawatan cuci darah untuk penyakit gagal ginjal dengan pembiayaan dari BPJS Kesehatan. (ANTARA/HO-BPJS Kesehatan)

Selama perawatan saya tidak pernah dikenakan biaya sedikitpun
Jakarta (ANTARA) - Salah seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat Maria Derita memuji layanan hemodialisa atau cuci darah yang dijalaninya dua kali dalam seminggu untuk terapi pengobatan penyakit gagal ginjal sangat baik.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, Maria menyampaikan bahwa pelayanan kepada setiap peserta JKN-KIS yang diberikan tidak pernah dibedakan dengan pasien lainnya.

Maria adalah seorang peserta JKN-KIS yang berprofesi sebagai pegawai swasta. Ia menderita gagal ginjal yang mengharuskan dirinya menjalani terapi hemodialisis sepanjang hidupnya.

Maria yang ditemui di Klinik HD Berkat Pangkalpinang Kepulauan Riau mengakui bahwa dirinya dan keluarga merasa sangat terbantu dalam pembiayaan pengobatan tersebut oleh BPJS Kesehatan.

“Saya sejak tahun 2015 divonis dokter harus melakukan cuci darah. Saya memiliki riwayat sakit hipertensi sehingga mengonsumsi obat darah tinggi secara rutin. Namun saya jarang melakukan kontrol, suatu waktu pernah saya tidak sadarkan diri hingga sempat masuk ICU karena tekanan darah saya mencapai 180 per 100,” ungkap ibu dua anak ini.

Baca juga: Masyarakat respon positif manfaat JKN meski iuran kembali disesuaikan

Baca juga: Petani di Penajam Paser Utara sadar akan pentingnya JKN-KIS


Sejak mengalami musibah, Maria kehilangan berat badan cukup signifikan dan sering merasa ngilu dan kram pada kakinya. Namun ternyata hari demi hari berat badan Maria semakin turun sehingga ia pun memeriksakan diri ke dokter dan menerima kenyataan divonis dokter harus cuci darah.

"Dunia saya serasa runtuh. Bagaimana tidak, dua kali seminggu saya harus rutin mendatangi Klinik HD ini untuk terapi hemodialisis. Betapa saya memikirkan biaya yang akan dikeluarkan, belum keluarga saya pribadi akan disusahkan dengan penyakit ini,” kata Maria yang merupakan istri dari Sergius Thomas.

Maria juga menjelaskan dirinya tidak pernah dikenakan biaya sedikitpun atau iuran biaya untuk pengobatannya. Seluruh perawatan yang dijalaninya didapatkan secara gratis karena telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program JKN-KIS.

“Selama perawatan saya tidak pernah dikenakan biaya sedikitpun dan iuran biaya untuk obat maupun layanan lainnya. Saya menerima terapi hemodialisis selama empat jam setiap kali cuci darah selama dua kali seminggu di Klinik HD Berkat. Pelayanan yang diberikan sangat baik dan tidak pernah dipersulit untuk mendapatkan pengobatan. Saya merasa nyaman dengan jadwal yang telah diberikan dan tidak menunggu lama setiap terapi,” kata Maria.

Sebagai peserta JKN-KIS, Maria merasakan betul manfaat jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah. Maria berharap Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dapat berjalan baik dan menjamin kesehatan seluruh rakyat Indonesia.

"Saya dan keluarga berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu saya dan keluarga, serta kepada peserta JKN-KIS yang secara gotong-royong telah rutin membayar iuran. Kalian adalah pahlawan kami sesungguhnya,” tambahnya.

Baca juga: Sejak muda sudah cuci darah, JKN-KIS bangkitkan semangat hidup Juliana

Baca juga: Pasien hemodialisa sangat merasakan manfaat JKN-KIS

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

MCS yang menjangkau layangan BPJS hingga ke pelosok pegunungan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar