Mentan apresiasi industri rumahan di Cepu bikin semprong waluh

Mentan apresiasi industri rumahan di Cepu bikin semprong waluh

Industri rumahan didorong kembangkan pangan lokal (Istimewa)

Indonesia kaya akan beragam bahan pangan pokok, tak hanya sebatas padi, ada umbi-umbian dan juga labu, sagu, serta lainnya
Jakarta (ANTARA) - Industri rumahan didorong untuk mulai mengembangkan dan mendiversifikasi olahan pangan lokal sebagai salah satu langkah mewujudkan ketahanan pangan di Tanah Air.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya, Kamis, mengatakan dalam mewujudkan Gerakan Ketahanan Pangan Nasional masyarakat harus memaksimalkan peran pangan lokal.

“Dan ini harus dimulai dari diri sendiri. Indonesia kaya akan beragam bahan pangan pokok, tak hanya sebatas padi, ada umbi-umbian dan juga labu, sagu, serta lainnya,” katanya.

Ia mengapresiasi langkah salah satunya yang dilakukan pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Annisa di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah yang mengolah waluh atau labu kuning menjadi makanan olahan bergengsi bernama egg roll.

Pengolahan waluh yang diinisiasi oleh pengelola P4S Anisa Cepu Blora, Sri Harti, itu kini bahkan sudah mencatatkan omzet per bulan mencapai rata-rata Rp15 juta dengan jumlah produksi 500-1000 dus egg roll.

Keberhasilan Sri Harti dalam mengolah dan memberikan nilai tambah waluh dan bahan pangan lainnya merupakan salah satu upaya yang didorong Kementerian Pertanian dalam melaksanakan diversifikasi pangan.

Baca juga: Pengamat: Gelorakan kembali semangat konsumsi pangan lokal

Sri mendapatkan resep semprong waluh atau egg roll dari Kelompok Wanita Tani (KWT) binaannya, saat ia menjadi penyuluh pertanian. Bahan baku waluh dia peroleh dari para petani di Cepu dan Randublatung, Kabupaten Blora.

Tak hanya waluh, Sri pun memanfaatkan bahan baku pangan lokal lainnya seperti ubi ungu, kacang hijau, dan pisang untuk dijadikan varian rasa egg roll buatannya.

Untuk pemasaran, Sri telah merambah pasar berbagai wilayah terlebih setelah produknya sudah mendapatkan sertifikasi halal dan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blora hingga mendapatkan dukungan dari Bupati Blora secara langsung.

Produknya pun berkembang menjadi ikon baru oleh-oleh dari Kota Cepu yang selama ini dikenal sebagai kota minyak.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan Indonesia berpeluang untuk bisa menghasilkan beragam bahan pangan untuk ketahanan pangan.

“Keragaman pangan lokal bisa mewujudkan ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan,” katanya.

Baca juga: Legislator serukan pengembangan pangan lokal, non-beras

 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar