Bappenas sasar pembangunan rendah karbon pasca-corona

Bappenas sasar pembangunan rendah karbon pasca-corona

Ilustrasi - Suasana gedung bertingkat dan permukiman warga di antara pepohonan di Jakarta, Senin (27/1/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

Peningkatan emisi pascakrisis ekonomi 2008-2009 disebabkan stimulus ekonomi dan investasi untuk pertumbuhan ekonomi diarahkan pada industri tinggi karbon
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyasar pemulihan ekonomi yang berkelanjutan pascapandemi COVID-19 untuk meningkatkan ketangguhan dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

“Untuk itu tantangan kami bagaimana pemulihan tersebut perlu dilakukan secara lebih berkelanjutan melalui pembangunan rendah karbon,” kata Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto dalam seminar virtual di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dilakukan karena belajar dari krisis keuangan tahun 2008-2009.

Saat itu, proses pemulihan ekonomi justru memberi dampak lain yakni peningkatan emisi karbon dioksida (CO2) secara global.

Dia mengungkapkan emisi CO2 secara global naik 5,9 persen tahun 2010 akibat percepatan pemulihan ekonomi yang memanfaatkan bahan bakar fosil.

Dampaknya, akan mengakibatkan tinggi polusi dan tidak efisien karena menghasilkan karbon yang memberi dampak lebih lama.

“Peningkatan emisi pascakrisis ekonomi 2008-2009 disebabkan stimulus ekonomi dan investasi untuk pertumbuhan ekonomi diarahkan pada industri tinggi karbon,” imbuhnya.

Sebagai gambaran, dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2021, pemerintah akan fokus dalam empat hal dalam pemulihan ekonomi yakni pariwisata, industri, investasi termasuk penguatan sistem ketahanan pangan.

Kemudian reformasi sistem kesehatan nasional, sistem perlindungan sosial dan sistem ketahanan bencana alam dan non-alam.

Untuk jangka pendek, kata dia, pemerintah fokus dalam menyelamatkan nyawa manusia dari dampak COVID-19.

“Setelah itu baru tata kembali bagaimana ekonomi bisa jalan, ekonomi bisa jalan dengan prinsip pembangunan rendah karbon,” katanya.

Dia menambahkan pembangunan rendah karbon menjadi rencana jangka panjang yang dilakukan menengah dan tahunan.



Baca juga: Koster dan Bappenas teken nota kesepahaman pembangunan rendah karbon

Baca juga: Bappenas dorong pembangunan rendah karbon

Baca juga: Ingin tahu program rendah karbon, Parlemen Norwegia kunjungi Kaltim


Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar