Indonesia minta Israel hentikan aneksasi Tepi Barat, Palestina

Indonesia minta Israel hentikan aneksasi Tepi Barat, Palestina

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengikuti Pertemuan Terbuka Tingkat Tinggi Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai Perlindungan Warga Sipil dalam Konflik Bersenjata, yang dilakukan melalui video teleconference pada Rabu (27/5/2020). ANTARA/HO-Kemlu RI/am.

Kita tidak dapat membiarkan Israel melanjutkan rencana aneksasinya (di Tepi Barat, red)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia kembali mengangkat isu Palestina ke forum dunia seraya meminta Israel menghentikan rencana menganeksasi atau mengambil paksa wilayah Palestina di Tepi Barat/West Bank, kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi saat jumpa pers mingguan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Retno mengatakan ia mengangkat isu Palestina pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berlangsung secara virtual pada Rabu (27/5). Dalam beberapa hari terakhir, ia juga telah menghubungi Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, dan sejumlah menteri luar negeri dari anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), Gerakan Non-Blok, Uni Eropa, serta organisasi dan lembaga internasional lainnya.

"Dalam surat (yang saya kirim ke pejabat tinggi negara sahabat, red), saya menyebutkan aneksasi tidak hanya mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan, tetapi juga mengancam seluruh upaya menemukan penyelesaian terhadap isu Palestina," terang Retno yang menyampaikan paparannya dalam Bahasa Inggris.

Oleh karena itu, ia mendorong komunitas internasional untuk bekerja sama menegakkan komitmen terhadap hukum internasional dan perjanjian yang telah disepakati bersama.

Sementara itu, pada pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Rabu malam, Retno menekankan lembaga tersebut punya kewajiban memulihkan kembali hak Palestina terhadap wilayahnya sesuai dengan tapal batas 1967.

Tapal Batas 1967, kerap dikenal dengan 1967 Borders atau Green Line​​​​​​​, merupakan garis batas yang ditetapkan saat gencatan senjata sebelum Israel mengadakan serangan selama enam hari ke daerah-daerah yang dihuni oleh rakyat Palestina, termasuk di antaranya di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur.

"Kita tidak dapat membiarkan Israel melanjutkan rencana aneksasinya (di Tepi Barat, red)," terang Retno.

Menlu Retno menyampaikan ia juga mengangkat isu Palestina saat menerima telepon dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard Pompeo, Rabu.

"Saya menekankan kembali posisi Indonesia terkait masalah Palestina tidak akan berubah. Saya berharap pada kepemimpinan AS mencegah Israel menjalankan rencananya meneruskan aneksasi di Tepi Barat," kata Retno menyampaikan isi percakapannya dengan Mike Pompeo, panggilan populer menteri luar negeri AS.

Israel, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, berencana mengambil paksa seluruh wilayah Tepi Barat pada 1 Juli 2020. Rencana itu mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump, tetapi ditentang oleh Palestina serta sebagian besar negara di Eropa dan Asia.

Baca juga: Indonesia terus dukung Palestina di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: Perayaan Hari Quds, Iran sebut masalah Palestina isu kemanusiaan

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar