Normal Baru, kesempatan emas untuk bisnis rintisan dan UMKM

Normal Baru, kesempatan emas untuk bisnis rintisan dan UMKM

Dokumentasi - Peserta mencoba memotret produk miliknya saat acara UMKM Jogja Go Digital di Sleman, DI Yogyakarta, Senin (1/4/2019). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/ama/aa.

Paling simpel adalah beberapa kondisi seperti UMKM yang sekarang harus mulai menjual barangnya melalui e-commerce..
Jakarta (ANTARA) - Presiden Komisaris SEA Group, Induk Perusahaan dari Shopee, Pandu P. Sjahrir mengatakan bahwa situasi Normal Baru merupakan peluang emas untuk para start up (bisnis atau usaha rintisan) dan UMKM.

New normal berarti new reality. Harapan saya dengan new normal ini kita lebih mempunyai empati dan perhatian terhadap kesehatan dan juga lingkungan ,” ujar Pandu dalam keterangannya, yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Seperti diketahui, pemerintah telah menerbitkan beberapa panduan dalam menghadapi situasi Normal Baru, salah satunya tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Pandu yang banyak bergelut dalam bidang investasi untuk bisnis rintisan merasa keadaan ini adalah kesempatan emas untuk membuat paradigma baru dalam dunia bisnis rintisan. Menurutnya, usaha rintisan harus mencari solusi di tengah kondisi Normal Baru nantinya.
Baca juga: Anggota DPR sebut RUU Cipta Kerja beri kemudahan bagi UMKM

“Paling simpel adalah beberapa kondisi seperti UMKM yang sekarang harus mulai menjual barangnya melalui e-commerce, pelajar harus mulai terbiasa belajar secara online, kemudian restoran yang sekarang mungkin harus mulai fokus ke urusan food delivery, sehingga harus menggunakan dapur utama atau central kitchen. Semua ini adalah peluang yang harus bisa ditangkap oleh pebisnis,” ujarnya.

Pandu menambahkan, kesempatan untuk dunia bisnis rintisan dan UMKM akan sangat besar karena perubahan perilaku orang dari offline ke online akan makin besar. Dunia perdagangan diyakini akan semakin beralih ke sistem online. Oleh karena itu, menurutnya kesempatan ini harus secara serius digunakan UMKM untuk mempelajari dan beradaptasi dengan sistem tersebut.

“UMKM harus melihat efek-efek langsung dari perilaku konsumen dengan adanya efek PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan WFH (Bekerja Di Rumah) selama tiga bulan ini. Bisnis itu harus bisa terus merasakan perilaku konsumennya, termasuk efek new normal kepada masyarakat dan pola konsumsinya,” tambah Pandu.

Beberapa bisnis yang menurut Pandu akan mendapat manfaat dari adanya era Normal Baru adalah sektor e-commerce, logistik, cloud kitchen atau dapur kolektif, jasa antar makanan, dan sebagainya.

Baca juga: Anggota DPR Mufti Anam semangati pelaku UMKM sambut normal baru
Baca juga: Anggota DPR ingin Smesco bantu UMKM hadapi kondisi Normal Baru

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Teten ajak UMKM manfaatkan e-commerce di tengah pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar