Kamis ini, pertambahan kasus positif COVID-19 Jakarta masih seratusan

Kamis ini, pertambahan kasus positif COVID-19 Jakarta masih seratusan

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai meninjau kesiapan penerapan prosedur standar "New Normal" di Stasiun MRT Bundaraan HI, Jakarta, Selasa (26/5/2020). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/foc.)

Jakarta (ANTARA) - Pada Kamis tanggal 28 Mei 2020, pertambahan kasus positif di Jakarta masih tetap di angka ratusan jiwa yakni 103 namun lebih rendah dibanding hari sebelumnya di angka 105 orang.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI yang diterima di Jakarta, Kamis, untuk kasus positif COVID-19 hari ini adalah 6.929 orang (hari sebelumnya 6.826 orang), sementara pasien sembuh 1.719 orang (hari sebelumnya 1.689 orang) dan yang meninggal 514 orang (sebelumnya 510 orang).

Jumlah 1.719 orang sembuh itu, dalam persentase adalah sekitar 25 persen dari kasus positif, sementara kasus meninggal sebanyak 514 orang itu adalah sekitar tujuh persen dari kasus positif.

"Sementara itu, 2.055 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit (hari sebelumnya 2.043 orang) dan 2.641 orang melakukan self isolation di rumah (sebelumnya 2.584 orang)," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta juga mencatat di Jakarta, ada yang tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 17.069 orang (meningkat dari sebelumnya 16.138 orang).

Berdasarkan keterangan dari Pemprov DKI Jakarta itu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 13.635 orang (bertambah dari 13.451 orang).

Sementara berdasarkan laman corona.jakarta.go.id, jumlah ODP ada sebanyak 30.704 orang (bertambah dari 29.589) dengan rincian 29.958 orang (sebelumnya 28.880 orang) sudah selesai proses pemantauannya, serta 746 orang (sebelumnya 709 orang) masih dalam pemantauan.

Adapun dalam laman tersebut, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak orang (sebelumnya 9.421 orang) dengan rincian 8.572 orang (hari sebelumnya 8.511 orang) sudah pulang dari perawatan dan 1.005 orang (hari sebelumnya 910 orang) masih dirawat.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai 27 Mei 2020 sudah ada 138.476 sampel (meningkat dari sebelumnya 135.286 sampel) telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak Virus Corona (COVID-19) di lima wilayah DKI Jakarta.

"Untuk tes PCR pada 27 Mei 2020, dilakukan pada 2.365 orang. Sebanyak 1.061 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru (yang awalnya terdeteksi pada hasil reaktif pengujian rapid test) dengan hasil 103 positif dan 958 negatif," kata Ani.

Sementara untuk rapid test, Ani menerangkan masih terus berlangsung di enam wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

"Total sebanyak 136.854 orang (sebelumnya 133.854 orang) telah menjalani rapid test, persentase positif COVID-19 sebesar empat persen, dengan rincian 5.665 orang (sebelumnya 5.627 orang) dinyatakan reaktif COVID-19 dan 131.189 orang (sebelumnya 128.227 orang) dinyatakan non-reaktif," tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta juga terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode Rapid Test dan Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), di antaranya adalah membangun Laboratorium Satelit COVID-19.

Laboratorium Satelit itu sendiri, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu sejak 9 April 2020. Dan saat ini jejaringnya ada sebanyak 36 laboratorium pemeriksa COVID-19.

Kemudian, sejak 24 April 2020, Kelompok Kerja Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Jakarta telah berhasil mengumpulkan sekitar 37 ribu paket sembako yang siap didistribusikan pada warga terdampak PSBB.

Baca juga: Pemprov DKI sanksi jutaan rupiah tempat makan pelanggar PSBB

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta tidak selenggarakan "open house" untuk Idul Fitri

Baca juga: Anggota DPRD minta Pemprov DKI rilis riwayat kontak COVID-19

Baca juga: Pemprov DKI tolak 4.544 permohonan SIKM



"Sejak 24 April 2020, hingga 27 Mei 2020 pukul 16.00, Pokja KSBB telah mengumpulkan komitmen untuk 375.745 paket sembako, 154.411 paket makan siap Saji, 28.618 Paket Lebaran, dan 2.344 paket THR untuk warga yang terdampak PSBB," kata Ani .

Ani mengatakan bantuan tersebut disalurkan pada golongan masyarakat yang rentan secara ekonomi di tingkat RW berdasarkan kompilasi data komitmen yang masuk disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing RW.

Pokja KSBB, kata Ani, telah menerima komitmen bantuan dari berbagai kalangan, yang saat ini terdapat 98 donatur perusahaan/kelompok dan 12 donatur perseorangan.

"Pemprov DKI Jakarta juga membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB di bulan Ramadhan ini. Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Pemberian bantuan melalui situs corona.jakarta.go.id/ksbb," ucap Ani menambahkan.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Epidemiolog : Belum ada klaster transportasi publik di manapun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar