Pemberian insentif tenaga kesehatan di Kudus tunggu Kemenkes

Pemberian insentif tenaga kesehatan di Kudus tunggu Kemenkes

Tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien COVID-19 dari rumah sakit swasta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/HO-Humas RSMR Kudus)

Kudus (ANTARA) - Pemberian insentif terhadap tenaga kesehatan yang menangani pasien yang terpapar penyakit virus corona (COVID-19) hingga kini belum cair karena masih menunggu hasil verifikasi data tenaga kesehatan yang diusulkan ke Kementerian Kesehatan.

"Hingga saat ini, kami masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat melalui Kemenkes dari usulan tenaga kesehatan yang disampaikan sebelumnya," kata Pelaksana tugas Bupati Kudus M. Hartopo di Kudus, Jumat.

Ia mengungkapkan semua tenaga kesehatan yang diajukan mendapatkan insentif harus melalui verifikasi Kementerian Kesehatan.

Juru Bicara Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi menambahkan bahwa sampai saat ini tenaga kesehatan yang sudah mengajukan baru dari Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, sedangkan lainnya belum.

Baca juga: Pemprov Jabar beri insentif tenaga medis yang menangani pasien corona

Baca juga: Insentif belum turun sejumlah tim medis di RS Cianjur gadaikan barang


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto menambahkan tenaga kesehatan yang bisa mengajukan memang harus memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan oleh Kemenkes.

Tahapannya, lanjut dia, fasilitas kesehatan yang benar-benar menangani pasien COVID-19 mengajukan daftar nama tenaga kesehatan, kemudian diverifikasi oleh tim DKK.

"Jika dinyatakan sesuai kriteria, kemudian diusulkan ke Kementerian Kesehatan untuk diverifikasi kembali," ujarnya.

Pemkab Kudus, katanya, juga menyiapkan anggaran serupa melalui dana tidak terduga yang nantinya diberikan kepada tim kesehatan yang melakukan pelacakan kontak pasien COVID-19 hingga petugas tes cepat corona (rapid test), serta tenaga surveilans.

Adapun nilai insentif yang diberikan kepada tenaga kesehatan sesuai surat dari Kementerian Keuangan untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta per bulan, sedangkan dokter umum dan dokter gigi sebesar 10 juta, bidan dan perawat sebesar Rp7,5 juta dan tenaga medis lainnya 5 juta.

Sementara nilai santunan bagi tenaga medis yang meninggal sebesar Rp300 juta.*

Baca juga: Menjaga kesehatan warga kunci stabilitas ekonomi

Baca juga: Pekanbaru susun aturan insentif tenaga penanggulangan COVID-19

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar