China pertahankan harga BBM di tengah terpuruknya harga minyak dunia

China pertahankan harga BBM di tengah terpuruknya harga minyak dunia

Petugas SPBU di Provinsi Liaoning, wilayah timurlaut China, mengisi BBM ke salah satu mobil konsumen pada Desember 2019. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah China akan tetap menjaga harga bensin dan solar domestik tidak berubah pada saat harga minyak mentah dunia lebih rendah dari harga batas bawah.

Harga rata-rata minyak mentah dunia lebih rendah dari 40 dolar AS per barel pada Rabu (27/5).

Padahal dalam 10 hari kerja sebelumnya pemerintah China telah menetapkan harga batas bawahnya 40 dolar AS per barel, demikian Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) atau sejenis Bappenas-nya China, Jumat.

China akan menyesuaikan harga produk minyak rafinasi seperti bensin dan solar saat harga minyak mentah internasional berubah lebih dari 50 yuan per ton dalam jangka waktu 10 hari kerja.

Namun pada saat harga minyak mentah dunia turun lebih rendah daripada batas bawah 40 dolar AS atau malah lebih tinggi dari batas atas 130 dolar AS, maka China tidak akan mengubah mekanisme penyesuaian harga yang sudah ditetapkan itu.

Di tengah jatuhnya harga minyak dunia, pemerintah China pada 17 Maret telah menurunkan harga bensin dan solar menjadi 40 dolar AS per barel.

Jatuhnya harga minyak dunia tersebut dipicu oleh penutupan beberapa negara atau wilayah untuk mempersempit penyebaran COVID-19.

Tren penurunan harga minyak ini diperkirakan masih akan berlanjut.

Baca juga: Bagaimana harga minyak dunia bisa di bawah 0?

Baca juga: Arcandra katakan harga minyak anjlok akan pengaruhi produksi gas dunia

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar