Aprindo tegaskan UMKM dan ritel modern bermitra, bukan bersaing

Aprindo tegaskan UMKM dan ritel modern bermitra, bukan bersaing

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey pada konferensi pers Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok di Jakarta. ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Kalau bersaing itu hanya terjadi antara manufaktur atau produsen
Jakarta (ANTARA) - Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menegaskan UMKM dan ritel modern sifatnya bermitra atau bekerjasama, bukan bersaing.

"Tentunya kita sifatnya bermitra dengan UMKM, bukan bersaing. Kalau bersaing itu hanya terjadi antara manufaktur atau produsen," ujar Roy Mandey dalam seminar daring yang digelar Aprindo di Jakarta, Jumat.

Dalam paparannya, Roy menyampaikan bahwa terdapat sejumlah jenis kemitraan dengan ritel modern. Dalam tipe kemitraan dengan ritel modern, UMKM berada di tipe kontribusi khusus yang bersifat kerja sama.

Selain itu Ketua Aprindo tersebut juga menambahkan bahwa UMKM penting sekali sebagai bagian daripada perekonomian Indonesia.

"UMKM kita memang penting dan sektor ini menjadi dasar daripada fondasi perekonomian, tidak hanya di ritel tapi juga bagi ekonomi bangsa," kata Roy Mandey.

Sebelumnya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan pihaknya membuka peluang kerja sama dengan semua platform e-commerce yang mendukung pengembangan Koperasi, Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (KUMKM) di Indonesia.

Kementerian Koperasi dan UKM sejak awal kata dia, membuka kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak berpegang pada prinsip transparan, akuntabel, dan semata-mata demi memajukan koperasi dan UMKM di Tanah Air.

Menurut Teten, kerja sama diperlukan untuk memberdayakan koperasi dan UMKM karena jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 64 juta, sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.

Hingga saat ini terdapat 5 platform e-commerce yang telah bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam mendukung UMKM Indonesia melalui gerakan #BanggaBuatanIndonesia.

Kerja sama itu tidak hanya dengan Blibli, namun juga dengan Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak, yang ikut membina dan memberdayakan warung dengan sentuhan teknologi digital.

Baca juga: Aprindo: pola konsumsi didominasi kelas menengah
Baca juga: Aprindo: Digitalisasi akan mewarnai semua kegiatan bisnis
Baca juga: Aprindo berharap bila mal dibuka disertai jam operasional normal

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Giant tutup 6 gerai, Aprindo perkirakan sebabnya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar