Masjid Al Munawar Jaksel laksanakan Shalat Jumat sesuai protokol

Masjid Al Munawar Jaksel laksanakan Shalat Jumat sesuai protokol

Stiker wajib menggunakan masker bagi jamaah Masjid Jami' Al Munawar, jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Alhamdulillah, tadi jemaah agak ramai dan semua mengikuti prosedur protokol kesehatan
Jakarta (ANTARA) - Masjid Jami' Al Munawar di Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel) melaksanakan Shalat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, Jumat.

Pantauan ANTARA di Jakarta, Jumat, setiap jemaah yang hadir diwajibkan memakai masker dan masjid juga menempel poster berisi imbauan wajib menggunakan masker untuk melaksanakan shalat.

Selain itu, jemaah juga membawa sajadah masing-masing, masjid tidak lagi membentangkan karpet di lantai.

Masjid juga membatasi jarak fisik antar jemaah sekitar satu meter, setiap lantai diberi tanda menggunakan plester warna hitam sebagai penanda tempat jemaah berdiri.

Shalat Jumat berjemaah tersebut dilaksanakan dua rakaat, diawali dengan khutbah yang sampaikan oleh khatib.

Abdul Fatah Arifin (38) salah satu jamaah masjid yang ditemui usai shalat merasa lega bisa kembali melaksanakan Shalat Jumat, setelah anjuran meniadakan shalat itu akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Jelang normal baru, Istiqlal belum gelar Shalat Jumat

Menurut dia, tidak banyak masjid melaksanakan Shalat Jumat, sehingga dia harus berangkat dari Thamrin untuk bisa melaksanakan shalat di Pancoran.

"Alhamdulillah, tadi jemaah agak ramai dan semua mengikuti prosedur protokol kesehatan. Menjaga jarak, memakai masker dan tidak bersalaman," kata Fatah.
Seorang jemaah Shalat Sunah di Masjid Jami' Al Munawar, Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan. Masjid memasang plester hitam di lantai masjid sebagai penanda jarak antar jemaah, Jumat (29/5/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)


Fatah berharap, masjid-masjid kembali dibuka setelah pemerintah menerapkan kebijakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memasuki era normal baru.

Karyawan BUMN itu menyakini COVID-19 merupakan musibah dari Allah SWT untuk menegur manusia atas kelalaiannya dan bertaubat serta kembali mendekat kepada Allah.

"Harusnya selama pandemi ini kita lebih dekat kepada Allah dengan beribadah, termasuk shalat di masjid, bukan malah menjauhkan diri dari masjid," ujar Fatah.

Jamaah lainnya, Muhammad (65) mengaku tidak khawatir melaksanakan shalat berjemaah di masjid saat pandemi berlangsung, selama masjid dan dirinya menerapkan protokol kesehatan.

"Yang penting di masjid menerapkan protokol kesehatan itu sudah aman," kata Muhammad.

Baca juga: MUI: Pelonggaran PSBB picu kesimpangsiuran umat
Baca juga: Sekjen MUI usulkan pelaksanaan shalat Jumat secara bergelombang


Sementara itu, pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami' Al Munawar enggan memberikan keterangan saat ditanyakan soal pelaksanaan Shalat Jumat ini.

Namun, menurut salah seorang takmir masjid, bahwa shalat dilaksanakan seusai dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dan pihak masjid melaksanakan shalat juga atas permintaan umat yang ingin Shalat Jumat diadakan kembali.

Di tempat terpisah Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta Ma'mun Alayubi mengatakan pembukaan masjid untuk beribadah mengikuti aturan dari pemerintah pusat dan provinsi.

"Kita masih mengikuti PSBB sampai dengan 4 Juni. Selanjutnya kita menunggu keputusan pak gubernur," kata Ma'mun.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Begini cerita Shalat Jumat di Turki dan Singapura

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar