Airlangga: Proyek strategis nasional akan buka 19 juta lapangan kerja

Airlangga: Proyek strategis nasional akan buka 19 juta lapangan kerja

Foto udara kawasan Kilang RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020). PT Pertamina (Persero) resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan minyak asal Abu Dhabi, ADNOC terkait pengembangan Kompleks Kilang Terintegrasi Petrokimia di Balongan. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc/am.

Penambahan tenaga kerja, tentu bervariasi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada sekitar 19 juta lapangan kerja baru yang dapat tersedia sebagai dampak turunan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Dari data yang didapatkan oleh Kementerian PUPR bahwa 'rule of thumb' (sederhananya) atau 'multiplier effect' (dampak pengganda) dari setiap Rp1 triliun proyek itu bisa mempekerjakan 14 ribu tenaga kerja baik langsung atau tidak langsung. Jadi ini adalah proyek yang sifatnya adalah pembangunan dan dalam periode 2020-2024, ini ditargetkan bisa menyerap tenaga kerja setiap tahunnya sebanyak 4 juta atau selama proyek itu berjalan, agregatnya bisa mencapai 19 juta orang selama 5 tahun ini," kata Airlangga di kantornya di Jakarta, Jumat.

Airlangga menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan tema "Evaluasi PSN untuk Pemulihan Ekonomi Nasional dampak COVID 19" yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo melalui "video conference".

Data terakhir Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat setidaknya ada 88 dari 223 proyek yang selesai dikerjakan pada akhir 2019 senilai total Rp4.183 triliun. Selanjutnya ada 89 proyek yang direkomendasikan sebagai PSN baru pada 2020 sebesar Rp1.422 triliun.

"Penambahan tenaga kerja, tentu bervariasi, yang kami sampaikan adalah 'rule of thumb' misalnya di Konawe bisa 11 ribu (lapangan kerja), jadi tergantung klaster dan juga program di 'power plant', pembangunan jalan tol yang akan diawali oleh padat karya," tambah Airlangga.

Menurut Airlangga, Presiden Jokowi meminta agar proyek tersebut bernilai tambah terhadap penghematan devisa, menghasilkan ekspor maupun penciptaan lapangan kerja baru.

"Beberapa proyek yang 'di-hightlight', pertama misalnya terkait pengembangan kilang di Balongan. Ini finalisasi dengan investor dari Taiwan, di mana akan dibuat 'refinery' yang terintegrasi dengan Petrokimia, besarannya diharapkan mencapai 12 miliar dolar AS dan penghematan devisa diharapkan 12 miliar dolar AS," ungkap Airlangga.

Demikian juga pengembangan "smelter" di kawasan Weda Bay, Morowali, Konawe yang masih terus berjalan dan potensi pencapaian devisa dalam 1-2 tahun ke depan bisa meningkat dari 6 miliar dolar AS menjadi 9-10 miliar dolar AS

"Dan jumlah tenaga kerja yang bekerja di kawasan itu cukup besar seperti di Morowali mencapai 40.000 tenaga kerja, sedangkan Konawe mencapai 11.000 tenaga kerja," tambah Airlangga.

Airlangga menambahkan masih ada pengembangan kawasan industri di Brebes yang diharapkan bisa menarik untuk relokasi dari industri dari Jepang, Korea atau Amerika Serikat terutama bagi industri yang akan merelokasi "value chain" termasuk ke Indonesia.

Sedangkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan untuk menambah lapangan kerja, kementeriannya melakukan rehabilitas irigasi.

"Ditjen Sumber Daya Air menandatangani sembilan kontrak rehabilitasi jaringan irigasi besar, yakni di daerah irigasi rentan Indramayu, semuanya 88 ribu hektare dengan anggaran total Rp3,1 triliun. Sudah kami kumpulkan dan kami arahkan Juni-Juli agar segera dimulai pekerjaannya namun utamakan tenaga kerja dulu, jangan pakai alat berat dulu agar menyerap lapangan kerja yang sedang dibutuhkan saat ini," kata Basuki.

Penggunaan tenaga kerja manusia juga digunakan untuk rehabilitasi daerah irigasi Slinga di Purbalingga, Jawa Tengah Selatan yang sudah dibangun sejak 3 tahun dengan total 6.000 hektare dan ditargetkan total irigasi yang selesai pada tahun ini adalah 3.000 hektare.

"Kita mendesain, padat karya dengan anggaran Rp11,6 triliun, yang dikerjakan melalui pemeliharaan jaringan irigasi, pengendalian banjir, drainase di kota maupun desa termasuk infrastruktur pedesaan, untuk air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dengan total penyerapan pekerja, 595 ribu orang dan lama pekerjaan antara 30-100 hari per orang," jelas Basuki.

PUPR juga menciptakan pekerjaan reguler yang dalam 1-2 bulan akan memakai tenaga manusia meski konsekuensinya pekerjaan agak mundur.

"Ada di 2.685 lokasi tapi selain padat karya yang Rp11,6 triliun kami juga menciptakan di 2.865 lokasi, yang itu menyerap 70-80 ribu orang lagi sebagai tambahan jadi nanti 595 ribu orang padat karya akan ditambah lagi dari 70 ribu pekerja dari padat karya di PUPR," ungkap Basuki.

Baca juga: Sebanyak 89 proyek senilai Rp1.422 triliun direkomendasikan jadi PSN
Baca juga: Presiden kaji prioritas usulan 245 proyek strategis nasional baru

 

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar