NBA

Para GM NBA beda pendapat soal penuntasan musim reguler

Para GM NBA beda pendapat soal penuntasan musim reguler

Komisioner NBA Adam Silver. (AFP/FRANCK FIFE)

Jakarta (ANTARA) - Para general manager NBA berbeda pendapat mengenai
penuntasan liga basket profesional Amerika Serikat musim reguler antara diputuskan meneruskan lagi musim terpotong pandemi atau langsung saja ke seri playoff.

Pekan lalu NBA mengedarkan survei kepada 30 GM di NBA dan komisioner Adam Silver membeberkan hasil survei itu Kamis waktu AS kepada sejumlah orang yang mengikuti jajak pendapat tersebut, lapor Reuters, Jumat.

Di antara hasil survei itu, berdasarkan penuturan sejumlah sumber yang meminta namanya tidak disebutkan, adalah:

- Separuh GM ingin meneruskan musim reguler.
- Kurang dari separuh GM menginginkan playoff yang diikuti 16 tim, dari unggulan pertama sampai 16, tanpa dibagi wilayah.
- 75 persen menginginkan memakai pola kompetisi, sedangkan 25 persen lainnya menginginkan didahului fase grup.

Baca juga: Damian Lillard ogah lanjutkan NBA jika timnya tidak masuk playoff
Baca juga: Tim-tim NBA berharap sudah terima jadwal pada 1 Juni
​​​​​​​

Akhir pekan lalu NBA mengumumkan sedang berunding dengan Disney untuk tempat restart NBA musim ini di Kompleks ESPN Wide World of Sports di Orlando, Florida, yang menjadi milik Disney.

Menurut juru bicara NBA Mike Bass, baik untuk pertandingan, latihan maupun penampungan pemain serta ofisial akan dipusatkan di satu tempat.

NBA belum menentukan format pertandingan untuk restart nanti itu.

Musim 2019-2020 berhenti sejak 11 Maret ketika center All Star dari Utah Jazz Rudy Gobert dites positif COVID-19. Saat itu, NBA sudah memainkan antara 63 sampai 67 laga untuk setiap tim dari total seharusnya dalam satu musim sebanyak 82 laga.

Baca juga: NBA buka peluang lanjutkan musim di Disney World
​​​​​​​
Baca juga: LeBron James memprotes penangkapan warga kulit hitam berujung kematian

 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Berlatih basket bersama pemain NBA Jason Anthoney Richardson

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar