Pekan depan, Thailand persingkat jam malam

Pekan depan, Thailand persingkat jam malam

Para pelanggan berbelanja di Pasar Akhir Pekan Chatuchak di Bangkok, Thailand, Sabtu (9/5/2020). Pasar tersebut kembali dibuka untuk hari pertama pada Sabtu (9/5) dengan sejumlah langkah ketat demi mengatasi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Keren/pras.

Bangkok (ANTARA) - Thailand pekan depan akan melonggarkan aturan pembatasan bagi lebih banyak bisnis dan mempersingkat jam malam, menyusul penurunan jumlah kasus penularan virus corona secara lokal.

Mulai 1 Juni, bioskop dan teater dapat dibuka kembali, tetapi dengan tidak lebih dari 200 orang pada suatu waktu dan dengan pembatasan jarak fisik yang ketat, kata sekretaris jenderal Dewan Keamanan Nasional Thailand Somsak Roongsita, Jumat.

Jam malam akan diperpendek satu jam menjadi pukul 23.00 hingga 03.00.

Mal-mal, yang telah dibuka kembali pada awal bulan ini, juga akan diizinkan untuk memperpanjang jam operasinya.

"Pembukaan kembali (bisnis) akan membantu mendorong ekonomi dan meringankan beban keuangan," kata Somsak.

Kebun binatang, klinik kecantikan, spa, dan layanan pijat tradisional Thailand akan diizinkan beroperasi, dengan penjagaan jarak fisik tetap diberlakukan, demikian juga lapangan sepak bola, lapangan voli, dan lapangan bola basket, tetapi hanya untuk tujuan pelatihan dan dengan batasan jumlah penonton.

Pusat kebugaran juga boleh dibuka kembali tetapi dengan jumlah pengguna terbatas setiap waktu.

Badan perencanaan Thailand pada Kamis (28/5) mengatakan dampak virus corona dapat menyebabkan hilangnya dua juta pekerjaan tahun ini, terutama di industri pariwisata. Badan itu juga memprediksi ekonomi akan menyusut lima hingga enam persen tahun ini.

Thailand mengonfirmasi 11 kasus virus corona pada Jumat, dan tidak ada kematian baru. Semua kasus tersebut berasal dari warga Thailand yang tiba dari Kuwait dan kini berada di fasilitas karantina negara.

Pemerintah sebelumnya menyatakan rencana untuk membuka kembali semua bisnis pada Juni, meskipun penerbangan penumpang tetap ditangguhkan.

Negara Asia Tenggara itu telah mencapai perlambatan dalam kasus-kasus yang ditularkan secara lokal, dan kasus-kasus baru ditemukan di antara mereka yang berada di fasilitas karantina negara setelah kembali dari luar negeri.

Virus corona telah menginfeksi 3.076 orang di Thailand sejak Januari dan menewaskan 57 di antaranya.


Sumber: Reuters

Baca juga: Thailand akan perpanjang status darurat virus corona hingga akhir Juni

Baca juga: Thailand harap Vaksin COVID-19 buatan sendiri siap dipakai tahun depan

Baca juga: Lalu lintas di Thailand kembali macet pascapelonggaran "lockdown"


 

Jelang PSBB berakhir, Anies tinjau puskesmas

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar