Pasien positif COVID-19 di Kulon Progo tinggal satu orang

Pasien positif COVID-19 di Kulon Progo tinggal satu orang

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kulon Progo Baning Rahayujati. (Foto ANTARA/Sutarmi)

satu pasien positif COVID-19 dari Sentolo yang masuk klaster Indogrosir masih harus dirawat dan diisolasi di RSUD Wates
Kulon Progo (ANTARA) - Dua pasien positif COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dinyatakan sembuh, sehingga dari total 10 pasien, tinggal satu pasien yang masih diisolasi dan dirawat di RSUD Wates.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Jumat, mengatakan pada Jumat, ada dua pasien positif COVID-19 dari Kecamatan Sentolo sembuh.

Baca juga: Ribuan pekerja di Kulon Progo dirumahkan selama pandemi COVID-19

"Dua pasien positif COVID-19 yang sembuh merupakan klaster Jamaah Tablig Jakarta. Sedangkan satu pasien positif COVID-19 dari Sentolo yang masuk klaster Indogrosir masih harus dirawat dan diisolasi di RSUD Wates," kata Baning.

Ia mengatakan ada indikasi pandemi COVID-19 di Kulon Progo saat ini menurun drastis. Terpantau, dari terakhir, jumlah orang dalam pantuan (ODP) menurun 22 yakni dari 32 ODP menjadi 10 ODP.

Baca juga: Satu pasien positif COVID-19 di Kulon Progo dinyatakan sembuh

Namun demikian, tetap waspada terhadap potensi penyebaran COVID-19 di Kulon Progo.

"Walaupun datanya seperti itu, saya harap masyarakat tetap dapat melaksanakan protokol kesehatan yakni rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker dan physical distancing," katanya.

Menurutnya, hal tersebut masih perlu dilaksanakan sebagai langkah antisipasi.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Kulon Progo bertambah 2 menjadi 6 orang

"Kan kemungkinan ada orang yang tanpa gejala (OTG), kan tidak tahu. Jadi lebih baik waspada dan antisipatif," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Baning, mulai  Jumat ini, sampel swab dari Kulon Progo sudah tidak lagi dikirim ke BBTKL Yogya tetapi ke BBVet Wates dengan harapan hasil bisa lebih cepat.

"Direncanakan Dinkes akan mengirim perdana ke BBVet Wates pada Sabtu (30/5) yang merupakan sampel swab dari kasus ODP dengan rapid tes reaktif yang diisolasi mandiri di rumah. Sementara domisili belum kami infokan untuk menjaga privacy dan kelancaran isolasi mandiri," katanya.

Baca juga: AP I terapkan pengendalian angkutan resmi bandar udara di YIA

Sementara itu, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Astungkara, pada kesempatan terpisah memberikan apresiasi kepada masyarakat yang selalu tertib mematuhi protokol kesehatan.

Menurutnya, tanpa dukungan masyarakat, maka penularan COVID--19 di Kulon Progo bisa naik drastis.

"Ini menunjukkan kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk menjalankan Protokol Kesehatan sudah cukup baik. Kalau hal ini tetap bisa dijalankan mudah-mudahan kasus tidak bertambah lagi," katanya.

Baca juga: Tiga pasien positif COVID-19 di Kulon Progo dinyatakan sembuh

 

Pewarta: Sutarmi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Para dokter di Argentina kumpulkan plasma darah untuk pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar