BPTP Kepri kenalkan benih padi Inpara di Bintan

BPTP Kepri kenalkan benih padi Inpara di Bintan

Lahan pertanaman padi varietas Inpara 2 hasil inovasi Badan Litbang Pertanian di Kabupaten Bintan Kepulauan Riau (ANTARA/Badan Litbang Pertanian)

Meskipun memiliki potensi lahan sawah yang memadai, para petani belum melakukan budidaya padi secara optimal
Jakarta (ANTARA) - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau (Kepri) mengenalkan benih padi varietas Inpara hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) kepada petani di Kabupaten Bintan guna meningkatkan produktivitas pertanaman di wilayah tersebut.

Kepala BPTP Balitbangtan Kepri Sugeng Widodo melalui keterangan terrtulis di Jakarta, Sabtu mengatakan, permasalahan yang dihadapi para petani di Kabupaten Bintan hingga saat ini adalah minimnya ketersediaan benih bermutu, kebanyakan masih menggunakan varietas lokal, sehingga produktivitas sawah belum optimal.

Untuk itu BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau sejak 2015 pendampingan budidaya padi dan demonstration plot (demplot) kepada petani padi di Kampung Proyotomo dan Parit Bugis, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

"Meskipun memiliki potensi lahan sawah yang memadai, para petani belum melakukan budidaya padi secara optimal," ujar Sugeng.

Pendampingan budidaya padi meliputi perlakuan benih (seed treatment), pencucian lahan, persemaian, penanaman, pemupukan, pengendalian HPT (hama dan penyakit tanaman) dan panen.

"Mulai dari pengenalan varietas unggul, pendampingan inovasi teknologi, hingga perbaikan komponen teknologi budidaya padi, sehingga para petani mendapatkan hasil panen yang lebih optimal," katanya.

Mulai tahun ketiga pendampingan tepatnya 2018, lanjutnya, produksi padi varietas Inpara 2 di Kabupaten Bintan sebesar 6 ton/ha dan Inpara 3 sebesar 4 ton/ha.

"Sedangkan, untuk komponen hasil tahun 2020, tanaman masih dalam pertumbuhan generatif, diperkirakan panen pada bulan Juli 2020," katanya.

Sugeng mengatakan, ketergantungan petani akan benih bermutu tersebut harus segera diatasi secara mandiri oleh Provinsi Kepri, sebab jika mengandalkan dari luar wilayah Kepri, sangat mahal biaya transportasinya.

Menurut dia, saat ini pengembangan budidaya padi sawah di Kabupaten Bintan secara perlahan menunjukkan perbaikan dengan pertambahan luas pertanaman berkat kerja bersama BPTP Kepulauan Riau, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, petani, penyuluh, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan.

BPTP Balitbangtan Kepri akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam proses pendampingan budidaya padi seiring dengan semakin berkembangnya lahan sawah.

Baca juga: Balitbangtan lakukan pemutakhiran peta lahan gambut
Baca juga: Tingkatkan produksi pangan, Balitbangtan siap optimalkan lahan gambut

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Inovasi Atabela demi regenerasi petani tak terhenti

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar