Wabup Penajam mendesak pemprov serius tangani jalan trans-Kalimantan

Wabup Penajam mendesak pemprov serius tangani jalan trans-Kalimantan

Sebagian jalan trans-Kalimantan yang melalui wilayah Kelurahan Petung-Kecamatan Sepaku hingga kilometer 38 Samboja, kondisinya masih rusak parah (Antaranews/Novi Abdi)

Penajam (ANTARA) - Wakil Bupati Penajam Paser Utara Hamdam mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serius menangani jalan trans-Kalimantan yang melalui wilayah Kelurahan Petung-Kecamatan Sepaku hingga kilometer 38 Samboja, karena sampai saat ini sebagian besar masih dalam kondisi rusak parah.

"Sebagian jalan sepanjang kilometer 38 Samboja, serta Kecamatan Sepaku sampai Simpang Silkar Kelurahan Petung Kabupaten Penajam Paser Utara kondisinya masih rusak parah," kata Hamdam ketika dihubungi di Penajam, Kalimantan Timur, Sabtu.

Meenurut dia, jalan trans-Kalimantan tersebut sempat ditutup portal oleh warga pada 28 Mei 2020, sebagai bentuk keresahan mereka karena hingga kini belum tersentuh perbaikan, bahkan kondisinya semakin rusak parah.

Baca juga: Sutarmidji minta Kementerian PU benahi jalan Trans Kalimantan

"Dengan diportalnya jalan trans-Kamimantan itu Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan agar jalan dibuka kembali oleh warga," katanya.

Menurut dia, kerusakan jalan sepanjang kilometer 38 Samboja serta Kecamatan Sepaku sampai Simpang Silkar Kelurahan Petung Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut perlu perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar tidak menimbulkan gejolak masyarakat.

"Kami minta Pemprov Kaltim memberikan perhatian khusus perbaikan jalan trans-Kalimantan, terlepas dari mewabahnya virus corona atau COVID-19," ujar Hamdam.

Jalan trans-Kalimantan yang melalui wilayah Kelurahan Petung-Kecamatan Sepaku hingga kilometer 38 Samboja, kata dia, sangat penting karena merupakan jalur ekonomi.

Baca juga: Warga Penajam minta pemerintah segera perbaiki jalan Trans Kalimantan

Namun, kerusakan jalur alternatif penting trans darat Kalimantan tersebut tidak segera diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

"Kendati sedang pandemi virus corona, mestinya perbaikan jalan trans-Kalimantan tetap dilakukan karena akses vital bagi perekonomian masyarakat," ucap Hamdam.

Wabup menyebutkan selalu menyampaikan kerusakan jalan trans-Kalimantan tersebut dalam setiap pertemuan formal bersama pemerintah maupun DPRD Provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga: Legislator dukung realisasi program pipa gas Trans Kalimantan

"Bahkan kondisi jalan sepanjang kilometer 38 Samboja serta Kecamatan Sepaku sampai Simpang Silkar Kelurahan Petung Kabupaten Penajam Paser Utara itu sempat dibahas pada Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat Provinsi Kalimantan Timur," katanya.

Pewarta: Novi Abdi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

3 konsultan asing dilibatkan di pembangunan ibu kota baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar