Gugus Tugas sebut 102 daerah belum terdampak COVID-19

Gugus Tugas sebut 102 daerah belum terdampak COVID-19

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam telekonferensi di Jakarta, Sabtu (30/5/2020). ANTARA/tangkapan layar Youtube BNPB Indonesia/pri.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan sebanyak 102 kabupaten/kota di Indonesia belum terdampak COVID-19.

"Ada 102 kabupaten/kota yang tidak atau belum terdampak COVID-19. Terutama yang berwarna hijau di seluruh Indonesia. Cukup banyak," ujar Wiku dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu.

Kemudian terdapat sebanyak 85 kabupaten/kota yang memiliki risiko tinggi atau berwarna merah. Sebanyak 180 kabupaten/kota dengan risiko sedang atau berwarna oranye, dan 139 kabupaten/kota dengan risiko rendah atau kuning.

Dia menambahkan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan bangsa, maka perlu meningkatkan kesehatan masyarakat. Saat ini yang terjadi adalah darurat kesehatan masyarakat.

"Karena penularan virus ini dengan droplet, maka dipastikan harus menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Perilaku ini harus dilakukan secara disiplin baik oleh individu maupun secara kolektif," terang dia.

Baca juga: Pasien yang sembuh dari COVID-19 bertambah 523
Baca juga: RSD Wisma Atlet catat 2.317 pasien sembuh


Jika perilaku itu dilakukan mulai dari tingkat keluarga, RT, RW, daerah, hingga nasional. Jika sudah mencapai 70 persen maka akan menyulitkan virus itu untuk berkembang.

Untuk memudahkan semua masyarakat mengingat apa yang harus dilakukan, maka perlu adanya upaya mengubah perilaku dengan gerakan. Wiku mengutip gerakan "4 Sehat 5 Sempurna", saat pemerintah ingin meningkatkan gizi masyarakat.

"Kami meminjam istilah ini, untuk digunakan melawan COVID-19. Gerakan "4 Sehat 5 Sempurna Lawan COVID-19", yakni memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, berolahraga, istirahat dan tidak panik, serta makan bergizi," terang dia.

Dia menjelaskan bahwa tindakan preventif dan promotif merupakan upaya kesehatan yang efektif serta efisien, dibandingkan tindakan kuratif atau pengobatan.

Ketahanan kesehatan masyarakat, lanjut dia, merupakan investasi dalam pembangunan bangsa. Kesempatan pada masa krisis COVID-19, perlu meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat agar dapat menjadi bangsa yang maju.

Baca juga: Pemerintah Pusat kirim surat khusus Penanganan COVID-19 di Aceh
Baca juga: Gugus tugas Jatim jelaskan kronologis bantuan mobil laboratorium PCR

 

Pewarta: Indriani
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar