Ada tujuh tambahan, positif COVID-19 Maluku Utara naik 146 kasus

Ada tujuh tambahan, positif COVID-19 Maluku Utara naik 146 kasus

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Malut dr Alwia Assagaf dan Karo Humas Pemprov Malut, Muliadi Tutupoho saat memberikan keterangan di Ternate, Sabtu (30/5/2020). (FOTO ANTARA/Abdul Fatah)

Dari tambahan tujuh pasien terkonfirmasi positif COVID-19 itu, maka disebut pasien 140 sampai dengan pasien kasus 146
Ternate (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) menyatakan ada tambahan tujuh orang di provinsi itu yang positif COVID-19 sehingga jumlah totalnya kini menjadi sebanyak 146 kasus.

"Dari tambahan tujuh pasien terkonfirmasi positif COVID-19 itu, maka disebut pasien 140 sampai dengan pasien kasus 146," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut dr Alwia Assagaf di Ternate, Sabtu.

Ia menambahkan tujuh pasien tambahan itu berdasarkan hasil spesimen pemeriksaan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Manado dan Tes Cepat Molokuler (TCM) di RSUD Chasan Boesoerie Ternate.

Dijelaskannya bahwa sesuai hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) BTKL-PP Manado terkonfirmasi satu orang positif COVID-19 dan hasil TCM RSUD Chasan Boesoerie Ternate enam orang positif COVID-19.

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan TCM RSUD Chasan Boesoerie dengan hasil negatif kedua, maka yang dinyatakan sembuh enam orang.

Di samping itu, dari hasil pemeriksaan 28 spesimen, tujuh orang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan sebaran lima orang berasal dari Kota Ternate dan dua orang lainnya dari Kota Tidore Kepulauan, sehingga dengan penambahan tujuh pasien itu, maka Malut memiliki 146 orang terkonfirmasi positif COVID-19.

Dengan adanya penambahan tujuh pasien baru ini, kata dia, maka Kota Ternate memiliki pasien terkonfirmasi positif terbanyak mencapai 92 orang, Kota Tidore Kepulauan 19 orang, Halmahera Utara sembilan orang, Pulau Morotai delapan orang, Halmahera Selatan tujuh orang, Kepulauan Sula empat orang, Halmahera Barat empat orang, Halmahera Tengah dua orang serta Halmahera Timur satu orang.

Sedangkan Kabupaten Pulau Taliabu belum ada pasien positif COVID-19 dengan kasus sembuh sembuh sebanyak 27 orang dan meninggal tujuh orang.

Alwia menyebut, untuk jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 819 orang, Orang Dalam Pematauan (ODP) mencapai 74 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 29 orang, namun ada pengurangan sebanyak dua orang di Halmahera Tengah dan Kota Ternate karena selesai masa pemantauan dan terkonfirmasi positif.

Untuk hasil pemeriksaan "rapid test" kepada 5.367 orang dan didapatkan 328 orang reaktif yakni 106 OTG, 52 ODP, 26 PDP dan 144 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, sedangkan 5.039 orang dengan hasil rapid test nonreaktif.

Sedangkan yang menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoerie Ternate 30 orang dengan rincian 14 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan 16 orang PDP serta menjalani karantina di Sahid Hotel Ternate sebanyak 69 orang dengan rincian 55 pasien terkonfirmasi positif COVID-19, OTG satu orang, tujuh PDP dan enam orang pelaku perjalanan, demikian Alwia Assagaf.

Baca juga: Hasil "rapid test": 142 orang di Malut reaktif COVID-19

Baca juga: Sekretaris Kota Tidore Kepulauan meninggal berstatus PDP

Baca juga: Kajian: Ternate daerah risiko tinggi penularan COVID-19 di Malut

Baca juga: Antisipasi COVID-19, puluhan wartawan Maluku Utara jalani "rapid test"

Baca juga: Sepuluh pasien di Ternate sempat berusaha kabur dari tempat karantina

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penetapan tarif tes cepat COVID-19 demi mencegah komersialisasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar