Sebelum wafat, pedagang Pasar Cileungsi tularkan COVID-19 ke istri

Sebelum wafat, pedagang Pasar Cileungsi tularkan COVID-19 ke istri

Bupati Bogor sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin. (FOTO ANTARA/M Fikri Setiawan)

Pedagang daging di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor yakni laki-laki usia 30 tahun menularkan ke istrinya usia 23 tahun dan saudaranya laki-laki usia 17 tahun
Cileungsi, Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor, Jawa Barat  Ade Yasin menyebutkan bahwa salah satu pedagang Pasar Cileungsi yang positif terinfeksi virus corona jenis baru penyebab COVID-19 sempat menularkan virus mematikan itu ke istri dan saudaranya sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Pedagang daging di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor yakni laki-laki usia 30 tahun menularkan ke istrinya usia 23 tahun dan saudaranya laki-laki usia 17 tahun," katanya saat dihubungi ANTARA di Cibinong, Sabtu malam.

Menurut dia hasil "swab" tiga pasien dari klaster Pasar Cileungsi itu baru keluar setelah hampir dua pekan dilakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) swab secara masal, meski pedagang yang berdomisili di Kecamatan Cieleungsi itu sudah meninggal dunia.

Sebelumnya, empat pedagang Pasar Cileungsi lebih dulu dinyatakan terinfeksi COVID-19 berbarengan dengan ditetapkannya Pasar Cileungsi Kabupaten sebagai klaster baru penularan COVID-19 pada Jumat (29/5) 2020.

"Empat orang terkonfirmasi positif merupakan klaster Pasar Cileungsi, satu pedagang daging, satu pedagang ikan asin dan dua orang pedagang buah," kata Ade Yasin yang Ketua Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Ia menyebutkan akan melakukan penutupan sementara Pasar Cileungsi dan sterilisasi dengan penyemprotan cairan disinfektan di area pasar, juga terus melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test secara masal terhadap pedagang dan pengunjung pasar di Kabupaten Bogor.

Selain penambahan pasien dari klaster Pasar Cileungsi, Pemkab Bogor juga mencatat satu pasien COVID-19 yang juga kebetulan berdomisili di Cileungsi, yaitu perempuan usia 56 tahun.

Ia mengatakan bahwa secara keseluruhan di Kabupaten Bogor terjadi penambahan pasien COVID-19 sebanyak empat orang. Kemudian, ada satu pasien COVID-19 berhasil sembuh, yaitu bayi usia satu bulan asal Megamendung.

Hingga Sabtu (30/5) malam, ada sebanyak 198 pasien COVID-19 di Kabupaten Bogor, sebanyak 48 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19, dan 14 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia, demikian Ade Yasin.

Baca juga: Tambah tiga, positif COVID-19 klaster Pasar Cileungsi-Bogor jadi tujuh

Baca juga: Total 41 PDP meninggal di Kabupaten Bogor dan terus bertambah

Baca juga: Tambah Caringin, zona merah COVID-19 di Kabupaten Bogor jadi 18

Baca juga: Kasus positif COVID-19 melonjak drastis di Kabupaten Bogor saat PSBB

Baca juga: Lima kepala daerah Bodebek kembali usulkan pemberhentian KRL

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden targetkan Kabupaten Bogor capai kekebalan komunal pada Agustus 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar